Aktual, Independen dan Terpercaya

Sejak Diresmikan 2014, F16 Sudah Dua Kali Kejutkan Warga Riau

Pesawat-Tempur-TNI.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)
Enoki Mall Pekanbaru Japanese restaurant shabu-shabu, sushi dan Grill

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Bukan kali pertama ini saja warga Pekanbaru dikejutkan bunyi dentuman keras yang membahana di langit udara.

 

Sejak diresmikan Skadron 16 berisikan pesawat F-16 oleh Kepala Staf TNI Udara (KSAU) masa itu, Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, Rabu, 3 Desember 2014 silam, setidaknya sudah dua kali peristiwa serupa. 

 

Catatan RIAUONLINE.CO.ID, suara keras yang berasal dari Pesawat F-16 yang sedang melakukan latihan terbang (Test Flight) dengan menembus batas suara dengan kecepatan dua kali melebihinya. 

 

Peristiwa pertama terjadi pada Senin, 11 November 2015 silam. Ketika itu, warga melaporkan ada bunyi suara dentuman seperti pesawat meledak di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten kampar. Namun, setelah dilakukan pengecekan, itu bukan pesawat jatuh melainkan Dentuman sonik atau sonic boom dari pesawat F-16. 

 

Baca Juga: Warga Pekanbaru Berhamburan Keluar Rumah dengar Suara Ledakan Pesawat F16

 

Ketika itu, Komandan Pangkalan Udara TNI AU, Marsekal Pertama Henri Alfiandi mengatakan, satu unit Pesawat F-16 terbang. Pesawat itu sebelumnya memang ada pergantian mesin dan diuji di ketinggian 40 ribu kaki atau 1.500 meter.

 

"Sewaktu terbang itu menimbulkan dentuman sonik dan sudah biasa terjadi pada pesawat terbang. Kecepatan pesawat saat terbang melebihi kecepatan suara, dan itulah yang dikira ledakan," tegas Marsma Hendri.

 

Mantan Danskadron 12/Hawk Pekanbaru ini menyebutkan, uji pesawat tempur dalam aturan internasional dan penerbangan memang di ketinggian tersebut. Pasalnya, pesawat tempur biasa menimbulkan dentuman sonik. "Kalau terbangnya rendah dari itu, bisa menyebabkan kaca pemukiman penduduk pecah," jelas Hendri.

 

Klik Juga: Inilah Kelebihan 24 Unit F16 Bakal Bermarkas di Pekanbaru

 

Kejadian terakhir, tadi siang, Senin, 18 Juli 2016, sekitar pukul 15.15 WIB. Suara ini justru menganggetkan warga Kota Pekanbaru. Tak hanya di dengar di tengah kota saja, melainkan juga hingga ke Rumbai, Kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak), Simpang Panam, Tampan hingga Kulim, Tenayan Raya. 

 

"(Pesawat) F-16 kan pesawat super sonic mampu terbang 2 kali kecepatan suara. Jadi itu suara karena sock wave, gelombang kejut, akibatnya pesawat menembus kecepatan suara, " ujar Komandan Pangkalan TNI Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Marsma Henri Alfiandi. 

 

Dentuman sonik adalah istilah bagi gelombang kejut di udara yang dapat ditangkap telinga manusia. Istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk kepada kejutan yang disebabkan pesawat-pesawat supersonik.

 

Saat pesawat terbang melebihi kecepatan suara, munculah gelombang kejut pada bagian tertentu pesawat. Gelombang kejut adalah daerah di udara di mana terjadi perubahan (tekanan udara, temperatur, densitas) secara dadakan.

 

Lihat Juga: Terobos Natuna, F16 TNI AU Usir Pesawat Malaysia

 

Gelombang kejut ini merambat dalam bentuk kerucut dan bisa sampai ke permukaan tanah, membuat pekak dan memecahkan kaca-kaca. Karena itu, pesawat supersonik biasanya tidak terbang di atas daerah berpenduduk.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline