Aktual, Independen dan Terpercaya


Mesjid Agung An-Nur Pekanbaru dan Makna di Balik Lima Kubahnya

Masjid-Agung-An-Nur.jpg
INTERNET
Masjid Agung An-Nur Pekanbaru

Laporan: Azhar Saputra

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Masjid Agung An-Nur Pekanbaru, dibangun berdiri dibangun pada 1963 dan rampung pada 1968. Masjid ini mempunyai tiga tangga, 1 tangga di bagian depan masjid, dan 2 tangga di samping masjid.

 

Di bagian atas terdiri dari 13 pintu dan bagian bawah terdiri dari empat pintu dengan kamar-kamar besar dan sebuah aula. Sedangkan tulisan kaligrafi yang ada di dalam ruangan masjid, ditulis oleh seorang kaligrafer dari Jakarta, Azhari Nur pada 1970. Jika dilihat dari sisi bangunannya, masjid mendapat pengaruh dari gaya arsitektur Melayu, Turki, Arab dan India.

 

Sementara, lima kubah yang ada pada Masjid tersebut jika diperhatikan mengandung beberapa arti. Menurut, Pembina Remaja dan Majelis Taklim Mesjid An-Nur Pekanbaru, Tengku Arif Fadhillah, Kubah yang bercorak khas melayu Riau itu mengingatkan kita pada Masjid Nabawi di Madinah.

 

Klik Juga: Inilah Tokoh Penggagas Berdirinya Masjid Agung An-Nur Pekanbaru

 

"Filosofi kubah itu seperti ini. Kalau kita perhatikan mesjid ini terdapat lima kubah. Kubah itu bercorakkan khas melayu yang menyerupai gasing terbalik warna hijau. Selain warna hijau juga terdapat warna kuning dan merah. itu melambangkan warna khas Riau. Sedangkan bentuknya mengingatkan kita akan mesjid Nabawai di Madinah," ujar Arif, Senin, 6 Mei 2016.

 

Jika dilihat dari susunannya, Arif juga menjelaskan, kubah melambangkan rukun Islam. "Sedangkan kalau dilihat dari susunannya.

 

Kubah itu memiliki satu besar dan empat kecil. Itu melambangkan rukun islam. Jadi solat lima waktu itu merupakan tiang dari agama islam yang merupakan tolak ukur ibadahnya seorang muslim," jelasnya.

 

Baca Juga: Inilah Rahasia di Balik Kemegahan Masjid Agung An-Nur

 

Arif menjelaskan bagian atap di sekitar kubah besar yang tampak dari kejauhan sedikit di tinggikan itu juga juga mengandung makna.

 

"Kalau atap itu artinya melaksanakan ajaran islam itu haruslah secara kaffah, jangan setengah-setengah. Dan harus dilandasi platform yang kokoh,"tandasnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline