Ingin Numpang Pipis di Mapolsek, Dijawab: Ini Kantor VIP, Bukan Kantor Lurah

Banjir-Pangkalan-Rendam-Jalan-Lintas.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)

RIAU ONLINE, PANGKALAN - Warga dan penumpang yang terjebak akibat meluapnya Batang atau Sungai Pangkalan, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, harus menahan pipis dan buang air datang. 

 

Seorang polisi yang bertugas di Mapolsek Pangkalan, seperti disampaikan wartawan RIAUONLINE.CO.ID, Zuhdy Febriyanto, Senin (8/2/2016), dari lokasi banjir melaporkan, toilet yang ada di Mapolsek, tak bisa digunakan. 

 

(Baca Juga: Bantuan Pemprov Sumbar tak Bisa Tembus Daerah Banjir

 

Polisi yang sempat dijumpai tersebut mengatakan, WC di Mapolsek tak bisa digunakan untuk masyarakat korban banjir. Sebab, kantor ini kantor VIP, bukan kantor lurah. 

 

Hingga Senin siang, banjir belum juga surut di Pangkalan Koto Baru. Hujan diiringi rintik-rintik masih mengguyur. Selain itu, warga saling bahu-membahu memasak untuk dimakan bersama-sama di dapur umum. 

 

Warga Pekanbaru yang juga pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Rozita mengatakan, sekitar pukul 13.35 WIB, air sudah mulai surut. Namun, hujan masih turun. Sementara itu, bala bantuan dari Basarnas Riau baru saja tiba. 

 

Sebelumnya, banjir yang melanda Kecamatan Pangkalan, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, ternyata hanya dilayani satu perahu karet bertuliskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB).

 

(Klik Juga: Seorang Warga Pangkalan Terseret Arus Banjir

 

Padahal, kata Asrizal, Kepala Jorong Pasar Baru, Kecamatan Pangkalan, perahu karet ada tiga unit yang disiapkan. Namun, banjir yang terbesar sejak 1997 ini , dua unit perahu karet lainnya, dibawa ke kabupaten yang berjarak puluhan kilometer dari lokasi bencana alam. 



"Bantuan dari pemerintah sudah dikirim cuma terkurung di daerah Sopang, karena kendaraan pengangkut tak mampu tembus lokasi banjir. Ada di Mess Pemda dan Pasar keduanya di Jorong Pasar Baru," kata Asrizal, Senin (8/2/2016), kepada RIAUONLINE.CO.ID. 

 

Ia menjelaskan, di Kecamatan Pangkalan Koto Baru ada beberapa kampung yang terendam banjir. Di antaranya, Lubuk Nago, Lakuak Gadang, Muaro, Padang Kapas, Kampung Panjang, Mandahiling, Muara Bandar, Koto Jajaran, Kapas Panji, Roge, Puanok, Sopang, Koto Tongah, Batang Mahat, Batang Samo, Manggilang, dan Batang Kasok.

 

Simak berita Banjir Pangkalan lainnya dengan klik di sini.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline