Rasionalisasi Anggaran Dikhawatirkan Bisa Perburuk Pelayanan Publik

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pengurangan anggaran APBD Riau Tahun 2016 akibat dari intruksi Mendagri melakukan rasionalisasi serta efisiensi anggaran dikhawatirkan Ombudsman berpengaruh pada kinerja SKPD dalam pelayanan publik.

 

Kepala Ombudsman Perwakilan Riau mengatakan, dampak rasionalisasi anggaran dengan berkurangnya anggaran APBD Riau sebesar Rp1 triliun, sedikit banyak akan berpengaruh pada turunnya kinerja SKPD dalam pelaksanaan pelayanan publik. "Dalam rasionalisasi APBD yang diperintahkan oleh Mendagri itu, kemungkinan besar ada dampaknya pada kualitas dan kuantitas playanan publik. Apalagi besarannya dari Rp11 triliun menjadi Rp10 triliun. Karena bagaimanapun juga dalam menjalankan fungsi pelayanan publik, tiap SKPD membutuhkan anggaran teknis dan operasional," urai Ahmad Fitri ketika ditemuiRIAUONLINE.CO.ID, Jumat (15/1/2016).

 

Ahmad mengatakan dirinya belum mengetahui anggaran apa yang dilakukan rasionalisasi tersebut. Ia berharap pada anggaran pelayanan publik tak ada pengurangan sehingga dapat menimbulkan dampak yang tak baik bagi citra pemerintah dari masyarakat. (Baca Juga: Disdik Provinsi Riau Berada di Zona Merah Sejak 2013

 

"Sampai sekarang kita belum mengetahui pagu anggaran apa yang mengalami pengurangan. Tapi kita berharap tak ada pemgurangan pada anggaran pelayanan publik," ungkapnya.

 

Pemerintahan yang baik, menurut Ahmad adalah pemerintahan yang dapat memberikan pelayanan yang baik pada masyarakatnya. Karena esensi dari pemerintah adalah pelayan bagi masyarakat. Dan jika pemerintah gagal memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat maka pemerintahan itu bukan pemerintahan yang baik.

 

Ahmad memberikan contoh pengurusan KTP di kelurahan maupun kecamatan. Jika anggaran dalam kepengurusan KTP dikurangi, maka jangka waktu kepengurusannya akan lebih lama.

 

"Dampak lainnya juga akan ada pungutan-pungutan liar yang dibebankan pada masyarakat. Jika sebelumnya sudah ada pungutan liar, maka bisa saja besaran pungutan liar tersebut akan makin naik angkanya," tandasnya.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline