Aktual, Independen dan Terpercaya


Pedagang Korban Kebakaran Plaza Sukaramai Minta Pertolongan Dewan

pedagang-plaza-sukjaramai.jpg
RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY
Para pedagang korban kebakaran Plaza Sukaramai/Ramayana mengadu ke DPRD Pekanbaru, Senin (14/12/2015)

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ratusan pedagang korban kebakaran Plaza Sukaramai beramai-ramai menyerbu Kantor DPRD Kota Pekanbaru. Mereka mengadu kepada dewan wakil rakyat atas bencana yang menimpa lapak mereka.

 

Salah seorang pedagang batik yang turut jadi korban, Safrial Hamdani mengatakan, kedatangan mereka ke kantor dewan dianggap paling tepat karena dewan merupakan wakil rakyat. Dan keluh kesah masyarakat harus diterima baik oleh dewan tersebut.

 

Safrial menuturkan, mereka datang dengan beberapa tuntutan. Tuntutan tersebut disampaikan lewat 15 orang perwakilan pedagang yang menemui beberapa anggota dewan. (KLIK JUGA: Tim Ahli Ini Tentukan Bisa atau Tidak Pedagang Berjualan di Ramayana

 

"Kita datang dengan membawa beberapa tuntutan pada DPRD. Salah satunya adalah kita meminta supaya para pedagang diperbolehkan melakukan evakuasi terhadap barang mereka yang masih bisa diselamatkan. Karena sudah seminggu ini kita ingin masuk ke dalam untuk mencari barang yang masih bisa diselamatkan tapi dilarang," ungkap alumnus Fekonsos UIN Suska Riau ini, Senin (14/12/2015).

 

Menurut pedagang yang juga aktivis HMI tersebut mengungkapkan, Mereka dilarang masuk karena wilayah tersebut masih dalam penyelidikan.

 

Selain itu, pedagang juga mendesak kepada DPRD kota agar memberikan tempat berjualan sementara jelang relokasi di tempat baru yang permanen. (BACA JUGA: Terbakar 48 Jam, Lantai Gedung Ramayana Miring)

 

"Kita sudah seminggu tak jualan, kami juga butuh makan. Bagaimana kami mau makan kalau uang untuk makan saja kami tak punya. Kami ingin pemerintah siapkan tempat sementara untuk kami berjualan. Karena harus berapa lama kami menunggu sampai tempat baru disiapkan," tegas Riyal.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline