Aktual, Independen dan Terpercaya


COP21 Hasilkan Kesepakan Pembatasan Pemakaian Energi Fosil

RIAU ONLINE, PARIS - Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim atau Conference of the Parties (COP) ke-21 di Paris, Perancis, Sabtu (12/12), menghasilkan kesepakatan pembatasan penggunaan sumber energi berbahan fosil guna menekan terjadinya pemanasan global. Ini menjadi titik balik sejarah untuk mencegah bencana perubahan iklim.

 

Kesepakatan itu terwujud di pengujung tahun ini setelah sebelumnya yang dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa selalu diwarnai perselisihan antara kepentingan negara kaya terhadap negara miskin. Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius yang memutuskan menyetujui kesepakatan itu hanya dalam waktu singkat langsung mendapat aplaus dari para delegasi yang berasal dari hampir 200 negara.

 

"Dengan palu kecil ini Anda dapat meraih hal-hal besar,” kata Fabius sambil mengetuk palu tanda kesepakatan seperti dikutip Reuters. Sikap tegas dan cepat yang diambil Fabius itu mengejutkan banyak kalangan setelah dua pekan melalui negosiasi yang alot. (BACA JUGA: Norwegia Lipat Gandakan Pendanaan Untuk Perubahan Iklim)

 

Pada forum tersebut Fabius juga menyebut kesepakatan itu sebagai tanda "titik balik bersejarah" dalam upaya mencegah potensi bencana dari iklim yang panas.

 

Presiden Amerika Serikat yang langsung merespons menyatakan bahwa kesepakatan di Paris itu merupakan sebuah prestasi besar yang akan menjadi warisan. "Hampir semua negara di dunia menandatangani perjanjian dalam KTT Perubahan Iklim di Paris. Berkat kepemimpinan Amerika," kata Obama dalam akun Twitternya.

 

Tercapainya kesepakatan akhir tersebut pada dasarnya tidak berubah dari draft yang dirilis pada hari sebelumnya, termasuk salah satunya mengenai kesepakatan untuk menahan kenaikan suhu Bumi di bawah 2 derajat Celsius. (KLIK JUGA: Indonesia-Cina Sepakat Beli Kayu Legal di COP21)

 

Menteri Lingkungan Hidup Brasil Izabella Teixeira menyambut gembira kesepakatan yang dicapai di Paris. "Ini adalah kemenangan bagi umat manusia," kata Teixeira.

 

Sebanyak 195 negara ikut ambil bagian dalam KTT Iklim sekaligus bertekad mengambil tindakan penting demi mengurangi laju perubahan iklim, setelah bertahun-tahun upaya negosiasi di ajang itu berbuah kegagalan.

 

Sebelumnya, sejumlah pidato pembukaan oleh berbagai kepala negara kompak saling mendesak agar ketergantungan ekonomi dunia terhadap energi fosil dapat enyah. Sang tuan rumah, Presiden Perancis Francois Hollande bahkan menyebut dunia sedang berada di "titik penentuan".

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline