Harga Nyawa Korban Asap Rp 15 Juta

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menteri Sosial berikan santunan kepada keluarga Korban yang meninggal akibat asap di Riau. Santunan sebesar Rp15 juta tersebut sebagai bentuk empati pemerintah atas musibah asap yang merenggut nyawa keluarga mereka.

 

Khofifah menyebutkan, ia mendapat informasi ada 6 korban meninggal duni. Keluarga keenam korban tersebut menerima langsung santunan dari Menteri Sosial ketika Khofifah saat kunjungan kerja ke Pekanbaru, sabtu (31/10/2015). (BACA JUGA: Saat Sastrawan Risih Kabut Asap)

 

"Kita memberikansantunan Kematian kepada korban dampak asap. Kita memberikan mereka santunan lewat ahli waris keluarganya," terang Khofifah.

 

Dari 6 korban, hanya 4 ahli waris saja yang datang dan menerima langsung dana santunan dari Menteri Sosial. Khofifah menyebut 2 lagi merupakan warga Kabupatan Indragiri Hilir yang memang berhalangan hadir untuk menerima santunan karena faktor jarak yang cukup jauh. (KLIK: Porrba Dirikan Posko Saat Asap Sudah Hilang)

 

"Yang datang menerima tadi ada 4 orang yang semuanya dari Pekanbaru. Sedangkan 2 lagi itu warga Kabupaten Inhil yang tak bisa hadir karena jaraknya cukup jauh. Jadi walaupun ahli warisnya tak datang, kita akan tetap memberikan santunan ini kepada mereka lewat pemerintah daerah," tutur perempuan dari keluarga NU tersebut.

 

Masing-masing ahli waris penerima santunan diberikan dana tabungan sebesar 15 juta rupiah. Ada isak tangis mewarnai proses penyerahan tersebut. Keluarga yang menerima mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Menteri Sosial

 

Khofifah dalam sambutannya menyampaikan duka citanya akibat asap yang merupakan duka bersama. Ia mengimbau pada semua masyarakat untuk tetap berdoa dan meminta kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan yang berkah secara terus menerus supaya asap tak lagi kembali ke Riau.

 

"Kepada para ulama dan ustaz untuk tetap mengajak masyarakat berdoa dan bermunajat kepada Allah karena hanya Dia yang maha pemilik atas segala sesuatunya. Jika Dia berkenan maka tak ada bencana yang tidak dapat hilang dari muka bumi ini," tandas Khofifah.