Aktual, Independen dan Terpercaya


Staf PT ASL Diperiksa Terkait Kasus Karhutla, Belum ada Tersangka

pemadaman-karhutla.jpg
RIAUONLINE.CO.ID/HUMAS POLDA RIAU
ILUSTRASI

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Polres Indragiri Hulu (Inhu) saat ini menyidik dugaan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla)  milik PT Alam Sari Lestari (ASL) di Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu, Riau seluas lebih dari 100 hektare. Beberapa asisten dan staf di perusahaan perkebunan kelapa sawit itu diperiksa polisi.

 

"Sudah ada beberapa yang diperiksa, kasus PT ASL masih penyidikan, belum ada tersangka," ujar Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo seperti dikutip dari laman merdeka.com, Senin (5/10). (BACA JUGA: Semua Jadwal Penerbangan Batal Gara-gara Asap)

 

Ari Wibowo menjelaskan, saat ini ada sembilan orang warga jadi tersangka dalam kasus pembakaran hutan dan lahan di Inhu, sedangkan perusahaan belum ada. PT ASL sudah masuk ke penyidikan, sedangkan perusahaan lain masih penyelidikan. Polisi beralasan tidak mudah menetapkan perusahaan sebagai tersangka kebakaran hutan.

 

"Perorangan ada sembilan tersangka kebakaran lahan, korporasi belum ada, masih penyelidikan,"kata dia.

 

Sementara itu, General Manager PT ASL Amdan, mengakui lahan perusahaan yang dipimpinnya seluas sekitar 116 hektare dalam areal hak guna usaha (HGU) terbakar. (KLIK: Digertak Jakarta, Tokoh Riau Lari Terbirit-birit)

 

"Tapi bukan orang kita yang bakar, gak mungkin kita gila membakar lahan sendiri. Lahan yang terbakar sekitar 116 hektar dalam HGU kita," kata Amdan.

 

Saat ditanya apa tanaman dalam lahan yang terbakar itu, Amdan mengatakan belum ada dilakukan penanaman. Sebab, areal HGU yang terbakar tersebut belum dikelola.

 

"Yang terbakar semak belukar, belum ada tanaman. Bahkan, pihak kami bertaruh nyawa bersama petugas dari TNI dan Polri serta Manggala Agni memadamkan api di lahan itu," kata Amdan.

 

Amdan mengkalim, PT ASL memiliki alat pemadam kebakaran serta organisasi khusus menangani kebakaran lahan. Namun meski demikian, tetap saja 116 hektare lahannya terbakar.

 

"Kita ada alat pemadam, ada organisasi dan regu pemadam. Kita juga tak ingin ada lahan kita yang terbakar," jelas Amdan.

 

Amdan mendukung polisi dalam menyelidiki terbakarnya lahan 116 hektare di areal perusahaannya. Bahkan, dia mengaku kooperatif jika anak buah dan dirinya diperiksa polisi.

 

"Kemarin ada asisten kita yang diperiksa, bersama orang orang di lapangan, kita hargai dan dukung tugas negara yang diemban polisi," pungkasnya.