Aktual, Independen dan Terpercaya


Pagi-pagi, Asap Sudah Tenggelamkan Pekanbaru

Asap-Selimuti-Masjid-Agung-An-Nur.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/FAKHRURRODZI)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kota Pekanbaru dan beberapa kota lainnya di Provinsi Riau hari ini, Kamis (17/9/2015), 'tenggelam' oleh asap. Jarak pandang tak lebih dari 200 meter dan nyaris semua kendaraan roda dua maupun empat menghidupkan lampunya saat mengendarai kendaraan mereka. (Baca Juga: Inilah Janji Jokowi Solusi Asap Tahunan di Riau

 

Tidak hanya itu saja, Masjid Agung An-Nur, masjid kebanggaan Provinsi Riau, menara dan kubahnya dengan ketinggian minimal 25 meter sudah tak terlihat lagi. Hal serupa juga untuk Jembatan Leighton alias Jembatan Siak I, tak terlihat jelas dari jembatan sebelahnya, Jembatan Siak III. 

 

Selain itu, pantauan RIAUONLINE.CO.ID, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di depan Kantor Wali Kota Pekanbaru, menunjukkan kualitas udara Berbahaya. (Klik Juga: Azlaini Tantang Menkes Bawa Anak Cucu Nikmati Udara Riau

 

Walau udara sudah Berbahaya, namun Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek menyatakan, belum perlu dilakukan evakuasi warga. Padahal, dampak dari penetapan status Riau Darurat Asap, sama dengan Kalimantan Tengah, dilakukan evakuasi warga dan langkah-langkah lainnya. 

 

 

"Pencemaran asap (di Riau) saat ini belum pada taraf sangat berbahaya. Kalau tingkatnya terlalu tinggi, mau tidak mau kami harus evakuasi. Tetapi dalam taraf ini masih belum," kata Nila usai membuka acara Simposium Internasional ke-2 Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (15/9), dilansir dari cnnindonesia.com. (Baca: Soal Asap, Walhi: Tak Satupun Program Jokowi Berjalan

 

Pernyataan ini langsung mendapat bantahan keras dari Tokoh Masyarakat Riau, Hj Azlaini Agus. Ia menantang serta mengajak Menteri Kesehatan Indonesia, Nila F Moeloek, untuk berkunjung ke Riau bersama-sama dengan anak cucu serta seluruh keluarganya. 

 

Jembatan Leighton saat diselimuti asap

 

Tujuannya, mari sama-sama dengan rakyat Riau lainnya menikmati asap pekat berstatus Berbahaya itu yang telah menyelimuti provinsi penyumbang Sumber Daya Alam terbesar bagi Indonesia ini selama 18 tahun. (Lihat: Dinas Kehutanan Laporkan 12 Perusahaan HTI Pembakar Lahan

 

Tantangan itu disampaikan Azlaini langsung ke RIAUONLINE.CO.ID usai membaca pernyataan Menteri Nila Moeleok yang menyatakan udara Pekanbaru dan kota-kota lainnya di Riau, belum masuk kategori berbahaya, jadi belum perlu dievakuasi.  


"Jangan berbicara sebagai seorang yang sama sekali tidak punya rasa kemanusiaan, seharusnya Menkes yang cantik tapi tak punya nurani itu datang ke Riau sekarang ini," kata anggota DPR RI 2004-2009 ini, Rabu (16/9/2015). (Baca: Tagih Janji Jokowi Blusukan Asap ke Riau

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline