Aktual, Independen dan Terpercaya


Malaysia Evakuasi Ratusan Mahasiswanya dari Pekanbaru

Pembagian-Masker.jpg
RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA
PIHAK sekolah saat membagikan masker kepada para siswa SMK Muhammadiyah 1 Senapelan, Pekanbaru, Senin (27/7/2015).

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Jauh dari hiruk-pikuk ternyata Pemerintah Malaysia sudah mengevakuasi mahasiswa mereka yang menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim UIN Suska), Panam, Pekanbaru. (Baca Juga: Tagih Janji Jokowi Blusukan Asap ke Riau

 

Evakuasi ini dilakukan usai Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status Darurat Tanggap Bencana, Senin (14/9/2015). Penetapan ini dilakukan usai melihat dan menganalisa kualitas udara yang sudah kategori Berbahaya. Mahasiswa Malaysia yang dievakuasi tersebut berjumlah 193 orang. (Lihat Juga: Tolong, Evakuasi Kami Sekarang Juga

 

Direktur Education Malaysia (EM) di Indonesia, Dr Juzhar Jusoh, menjelaskan, kepada kantor berita Bernama, Selasa (15/9/2015), jumlah 193 mahasiaswa tersebut merupakan bagian dari 354 mahasiswa yang menuntut ilmu di Palembang, Jambi, Padang dan Pekanbaru. (Klik Juga: Surat Terbuka buat Menteri Anies Baswedan

 

“Sebanyak 44 mahasiswa kedokteran yang sedang menjalani pelatihan klinis di daerah luar Kota Jambi telah diungsikan ke Asrama Haji di Padang dan memperoleh keringanan (libur) selama lima hari dari universitas,” kata Juzhar Jusoh. (Baca: Soal Asap, Walhi: Tak Satupun Program Jokowi Berjalan

 

Selain mengevakuasi mahasiswa Malaysia yang berkuliah di UIN Suska, Negeri Jiran tersebut juga mengungsikan 103 mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Saifuddin, Jambi dan 58 mahasiswa lainnya di Universitas Sriwijaya dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung. (Klik: Asap Sumatera Cemari Udara Malaysia

 

Juzhar menjelaskan, Dewan Keamanan Nasional Malaysia sedang mengupayakan membantu mengevakuasi mahasiswa Malaysia ke tempat lebih aman. (Lihat: PM Singapura Marah Asap Indonesia Selimuti Negerinya

 

Ia mengatakan, kondisi asap di tiga provinsi di Sumatera tersebut sebenarnya tidak sehat, bahkan Berbahaya sejak tiga pekan lalu. Namun, EM mengalami kendala memindahkan mereka, karena perkuliahan masih berlangsung seperti biasa dan universitas menolak memberi libur. (Baca: Selamat Jalan Hanum, Gadis Kecil Korban Ganasnya Asap Riau

 

Sebagai langkah awal, tuturnya, EM melalui Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia di Indonesia telah mendistribusikan masker dan obat air mata ke seluruh mahasiswa Malaysia sejak tiga minggu itu.

 

Sejak asap mulai mengganas dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencapai 400, mahasiswi asal Malaysia mengeluhkan sakit dan batuk selain mulai berkurangnya pasokan air bersih akibat kemarau. (Klik: Al Azhar: Asap Riau Seperti Genosida

 

“Karena Otoritas Lokal masih tidak menyatakan darurat di daerah bencana, manajemen universitas tidak memberi keringanan kepada mahasiswa untuk liburan. Akan tetapi kita terus membuat permohonan libur untuk mahasiswa Malaysia karena banyak di antara mereka telah sakit,” katanya.

 

Juzhar mengatakan, Kementerian Pengajian (Pendidikan) Tinggi telah memberikan respon cepat setelah menerima laporan EM sehingga siswa di daerah tersebut dipindahkan ke daerah yang lebih aman. (Lihat: Azlaini Tantang Menkes Bawa Anak Cucu Nikmati Asap Riau)

 

Indonesia telah menyatakan Provinsi Riau sebagai daerah Darurat setelah kondisi kabut di wilayah tersebut dilaporkan berada pada tingkat sangat berbahaya. 

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline