Jarak Pandang 500 Meter, 12 Penerbangan Tertunda

Penumpang-Bertumpuk-di-Bandara-SSK-II.jpg
RIAUONLINE.CO.ID/SUCI AULYA
RATUSAN bahkan ribuan penumpang tak bisa berangkat dan menumpuk di terminal keberangkatan, Kamis (3/9/2015).
RIAUONLINE, PEKANBARU – Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru hingga Pukul 10.00 WIB tadi masih terganggu oleh tebalnya asap.  Seharusnya sudah ada 12 penerbangan yang mendarat atau terbang.
 
 
"Untuk penerbangan Hari Jumat (4/9/2015), hingga pukul 10.00 WIB seharusnya sudah ada 12 penerbangan yang terbang dan turun. Semua tertunda karena jarak pandang yang tidak memungkinkan mereka terbang dan mendarat," kata Airport Duty Manager Bandara SSK, Ibnu Hasan kepada RIAUONLINE.CO.ID saat ditemui di ruang kerjannya.
 
 
Menurutnya, ada 6 pesawat yang landing dan 6 pesawat yang take off bila jadwal normal hari ini. Namun karena asap, belum ada penerbangan yang bisa dilakukan sampai Pukul 10.00 WIB.
 
 
Jarak pandang atau visibilitas di landasan, katanya, masih sekitar 500 meter. Jadi tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan.
 
 
Namun tadi pagi ada dua pesawat yang sudah melakukan penerbangan. Menurut Ibnu, dua penerbangan tersebut adalah penerbangan yang apron sejak sehari yang lalu. Dua pesawat tersebut dari maskapai Lion Air dan Garuda menuju Jakarta.
 
 
“Dua pesawat yang take off tadi pagi itu pesawat yang menginap sejak kemarin, karena tidak bisa terbang dan harus antre dengan pesawat yang lain. Dua pesawat itu pun tadi pagi sempat delay. Seharusnya ia berangkat Pukul 06.00 WIB tapi baru bisa berangkat Pukul 08.00 WIB karena alasan visilbilitas akibat asap,” tegas Ibnu.
 
 
Ibnu menyebutkan, untuk melakukan pendaratan, visibilitas minimum adalah 1000 meter. Sedangkan untuk take off atau terbang, standarnya adalah 500 meter.
 
 
“Dua pesawat menuju Jakarta tadi pagi bisa berangkat karena waktu jam delapan, visibilitas mulai membaik yaitu sekitar 700 meter berdasarkan laporan dari BMKG ke kita,” tandasnya.