Didik Anggap Gabung ISIS Sebagai Umbar Aib

Kediaman-WTB-Warga-Pekanbaru-Gabung-ISIS.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/SUCI AULYA)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Rumah keluarga WTB, warga Pekanbaru yang bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS), kini dihuni pekerja ekspedisi milik mereka, Didik.

 

Didik bercerita, ia menempati rumah majikannya karena WTB lebih memilih hijrah berjihad di Syiria dibandingkan meneruskan dan membesarkan usaha ekspedisi antarpaket.


"Saya bekerja dengan Ustaz sejak lima bulan terakhir sebelum mereka hijrah ke Syiria. Saat ini saya melanjutkan usaha mereka," tutur Didik, yang memanggil majikannya dengan panggilan ustaz.


Laki-laki muda ini, saat dijumpai RIAUONLINE.CO.ID, mengenakan celana gantung dan berjenggot, mengungkapkan, ia sudah melanjutkan usaha ini dan menempati rumah dihuni majikannya sejak 1,5 tahun yang lalu.


"Sebelum tinggal di sini, saya ngontrak di Jalan Putri Tujuh, Panam. Saya tinggal di sini sampai kapan saya mau dan mengenai rumah ini, saya berurusan langsung dengan adik ipar ustaz," ujar Didik.

 

(BACA : Saudagar Ekspedisi Ini Boyong Istri dan Anak Gabung ISIS

 

Ia menceritakan seperti apa bekas majikannya itu. "Ustaz itu orang bermasyarakat. Selama bekerja dengannya, di mata saya ia seorang yang dermawan," tutur ayah empat anak dan satu istri mengenaka cadar itu.


Saat disinggung mengenai WTB disebut-sebut bergabung dengan ISIS, Didik tak berani berkomentar panjang.


"Saya pribadi tidak berani berkomentar dan mengatakan ustaz ini tergabung di ISIS. Jika saya berkomentar, diluar benar atau tidaknya hal ini, ini sudah termasuk aib seseorang di dalam Islam dilarang untuk diumbar," Didik tegas.

 

Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tedjo mengatakan, warga Pekanbaru itu diduga telah bergabung dengan kelompok garis keras itu sejak 2013.

 

TB lebih dulu berangkat ke Suriah. Enam bulan kemudian, laki-laki kerap dipanggil ustaz itu pulang ke Pekanbaru. Ia pulang sekalian memboyong istri dan anak perempuannya berumur 10 tahun ke Syiria dengan rute Jakarta-Turki-Syiria kemudian menuju perbatasan Suriah di Hatai. “Diduga saat ini mereka sudah di Suriah,” tutur Guntur.