Tak Pandang Agama dan Suku, Inilah Pengakuan Netizen kala Dibantu Ust Arifin Ilham

Kebaikan-Ust-Arifin-Ilham.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE - Gajah mati meninggal gading, harimau mati meninggalkan belang, sedangkan manusia wafat meninggalkan budi baik. Pepatah itu tepat rasanya disematkan kepada almarhum Ustad Muhammad Arifin Ilham yang menghembuskan nafasnya di Penang, Malaysia, Rabu malam, 25 Mei 2019. 

Saat masih sakit dan menjalani perawatan di Penang, almarhum membantu seorang ayah yang anaknya sedang berobat di rumah sakit sama dengan Ust Arifin Ilham. 

Di dalam akun instagramnya, alvin_411, anak pertama Ust Arifin Ilham, Muhammad Alvin Faiz, mengunggah foto screeshot status akun milik Osborn Henry. Ini diunggahnya saat sang ayah sedang sakit, 18 Maret 2019. 

Alvin menceritakan, sebagai manusia harus menyanyangi semua manusia, tanpa memandang agama, suku maupun budaya. Cukup mereka dipandang sebagai manusia. 

"Inilah yang selalu Abi (KH M Arifin Ilham) ajarkan ke kita semua, khususnya kami keluarga. Sehat terus Abi di Malaysia, semoga Abi secepatnya kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat," tulis Alvin di akunnya. 

Di foto yang diunggah tersebut, Osborn Henry bersama sang anak, Cliff dan Ust Arifin Ilham. Ia menuliskan, kita mungkin beda suku dan agama, bahkan berbeda dalam pandangan politik, tapi Pak Ustad Arifin Ilham bukanlah musuh bagi saya. 

Baginya, Ustad Arifin Ilham sangat baik. Bahkan saat anaknya, Cliff, berobat di Penang, mereka berjumpa lagi. Orborn Henry juga menceritakan, almarhum pernah menghibur maupun berdoa untuk anak saya Cliff. 

"Kini Pak Ustad kembali menjalani perawatan di Penang, tidak lupa saya berdoa supaya Pak Ustad Arifin bisa kembali sehat.  Bantuan Pak Ustad kemarin sebesar 1.000 Dolar Singapura bisa saya manfaatkan untuk rawat inap anak saya," tulis Henry. 

Usai menerima bantuan 1.000 Dolar Singapura atau lebih kurang senilai Rp 10.478.078,92 dengan kurs 1 Dolar Singapura = Rp 10.478,08, Osborn Henry kemudian tak lupa mengucapkan terima kasih.

Terima kasih Pak Ustad, saya harap siapapun yang membaca post ini jangan berdoa tidak baik kepada orang hanya karena kita beda pandangan politik. Karena kapan jam kita bisa kena penyakit yang sama," pungkasnya. 

Teranyar, sang anak, Cliff, lebih dahulu meninggal dunia beberapa bulan silam. Ini diketahui dari akun @seri_wahyuni82. Ia menuliskan, adek cliff sudah kembali ke pencipta nya beberapa bln yang lalu.