Saat Kalajengking Berkeliaran di Kabin Lion Air

ilutrasi-kalajengking.jpg
(net)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Lion Air, maskapai nasional tak luput dari pemberitaan kurang sedap. Maskapai yang akrab dengan kata "Delay" itu kini kembali menjadi sorotan.

Seekor kalajengking, bewarna hitam, berukuran besar sekitar satu jengkal merayap berkeliaran di kabin penumpang. Kalajengking itu tepat berada di tempat penyimpanan barang dalam kabin penumpang.

Hewan beruas dengan delapan kaki (oktopoda) serta dikenal jenis berbahaya karena berbisa itu menampakkan diri ke penumpang saat pesawat baru saja mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Kamis malam pukul 19.00 WIB.

Karim, salah seorang penumpang Lion Air JT 293 rute Pekanbaru-Jakarta mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada Kamis kemarin (14/2).

"Saya terbang dari Pekanbaru sekitar pukul 17.00 WIB, dan mendarat di Soekarno Hatta 19.00 WIB," katanya kepada Riauonline.

Ketika seluruh penumpang bersiap turun dan mengambil bagasi, kalajengking itu muncul. Ukurannya cukup besar. "Itu mungkin yang paling besar yang pernah saya lihat seumur hidup," kata Karim, warga Jakarta tersebut.

Karim yang kala itu duduk di bangku 19-C langsung memanggil awak kabin. Namun, karena mayoritas penumpang sedang sibuk untuk turun, awak kabin terlambat datang ke lorong 19, tempat binatang itu muncul.

"5 sampai 10 menit baru datang. Tapi sudah hilang kalajengkingnya," ujarnya.

Setelah seluruh penumpang turun, Karim mengatakan dirinya sempat bertahan di dalam pesawat. Sekitar 15 menit lamanya, dia bersama awak kabin hingga pilot pesawat mencari kalajengking yang membahayakan itu.

Bahkan, dua awak pesawat yang berada di darat "ground crew" ada yang ikut naik untuk melakukan pencarian. Namun, hingga Karim meninggalkan pesawat tidak kunjung ditemukan.

"Saya sempat bertahan disitu, seluruh penumpang keluar, saya Stay di dalam sampai 15 menitlah disitu, karena saya pengen tau action mereka apa," tuturnya.

"Memang habis itu dari ground ada satu dua orang ikut naik. Tapi saya haru pergi karena ada jemputan, saya tinggalkan pesawat," lanjutnya.

Membahayakan Penumpang.
Setelah kejadian itu, malam harinya Karim kembali menghubungi awak pesawat yang ia kenal. Karim mengaku setelah kejadian, dia sempat bertukar nomor telfon dengan salah satu awak pesawat.

Namun, jawaban yang disampaikan awak kabin pesawat tidak memuaskan. Dia menuturkan awak kabin hanya menjawab insiden itu telah dilaporkan ke pimpinan.

"Pagi-pagi jam 7 tadi saya kontak mereka lagi. Saya tanya perkembangannya. Tapi lagi-lagi jawabannya sama. Masih dilaporkan ke pimpinan," kata Karim.

Karim berharap bahwa kalajengking itu bisa segera ditemukan. Dan seandainya ditemukan, dia berharap dapat difoto sehingga ada bukti bahwa kalajengking benar-benar telah ditemukan.

"Mereka bilang memang telah ada upaya 'cleaning'. Tapi saya minta bukti, kalau sudah ketemu tolong dong minta buktinya bahwa sudah ditangkap," harapnya.

Namun, ternyata pihak maskapai belum juga memberikan respon. "Sementara saya bilang ke mereka, jika sampai jam 8 belum ditemukan saya rilis ke media," ujarnya.

Untuk itu, Karim meminta agar Lion Air serius menangani insiden tersebut. Kalajengking sendiri diketahui sebagai hewan berkelompok.

"Saya tidak berani simpulkan, dari mana asalnya. Apakah dari penumpang. Kalau dari penumpang, kok bisa lolos. Kalau dari pesawat, berarti ga bersih. Biasanya serangga berkelompok, ga mungkin sendiri," tutupnya seraya meminta agar Lion Air dapat melakukan investigasi.

Sementara itu, Lion Air Pekanbaru yang dihubungi Riauonline belum memberikan respon terkait insiden tersebut. (**)