Aktual, Independen dan Terpercaya
ÔĽŅ

Berpotensi Jadi Ajang Kampanye Pilpres 2019, Bawaslu Awasi Reuni 212

Massa-demo-212.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)

RIAUONLINE, JAKARTA - Aksi Reuni Akbar 212 dijadwalkan berlangsung hari Minggu, 2 Desember 2018 mendatang di Monas, Jakarta.

Aksi ini diklaim tak akan mengkampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, agenda itu dirancang Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang berisi pendukung kandidat pilpres nomor urut 02.

Salah satunya Muhammad Rizieq Shihab. Ia merupakan pembina PA 212 yang beberapa hari memberi isyarat mendukung salah satu pasangan untuk Pilpres 2019.

"Kami keluarga besar para warga Indonesia yang bermukim di Makkah, Insya Allah bersama-sama kompak, 2019!" ucap Rizieq dalam rekaman video dari Rahmah, Makkah, Jumat 23 November 2018.

Selain Rizieq, beberapa pengurus acara reuni juga aktif menjadi pengurus inti Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Seperti Koordinator Dewan Pengarah Reuni Akbar 212 Yusuf Muhammad Martak menjadi dewan pengarah BPN dan Wakil Ketua 2 Reuni Akbar 212 Slamet Maarif merupakan wakil ketua BPN.

Meski Reuni Akbar 212 menyediakan ruang bagi Prabowo untuk berpidato, Ketua 2 Panitia Pelaksana Reuni Akbar 212 Bernard Abdul Jabbar menegaskan, tak akan ada kampanye mempromosikan Prabowo-Sandiaga.

"Secara tidak langsung yang datang ini orang sudah tahu, GNPF Ulama, PA 212, Ijtima Ulama ini, kan, dukung Prabowo," kata Bernard, Senin 26 November 2018.

"Ini sudah kesepakatan panitia. Tidak ada kampanye atau deklarasi dukungan di acara tersebut," imbuhnya.

* Bawaslu Ikut Mengawasi

ANGGOTA Bawaslu RI Rahmat Bagja menganggap pemberitahuan kegiatan kampanye tidak perlu sampai ke instansinya, cukup dilayangkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI saja.

Akan tetapi, Bagja menegaskan, Bawaslu RI akan tetap mengawasi Reuni Akbar 212.

"Jika kemudian ternyata mengarah ke kampanye, akan kita tindak," tegas Rahmat.

Sepakat dengan Fadil, Rahmat menegaskan kampanye dalam acara Reuni Akbar 212 bisa termasuk pelanggaran, terlebih jika tidak ada pemberitahuan kepada KPU.

"Apakah reuni tersebut kampanye? " lanjutnya. "Ya [memang] ada peluang pelanggaran dan semoga tidak terjadi."

Tulisan ini sudah tayang di Tirto.id dengan judul "Bawaslu Awasi Reuni Akbar 212 karena Berpotensi Kampanyekan Prabowo"

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online, 

Follow Instagram riauonline.co.id