Impian yang Pupus Bersama Tragedi Lion Air JT 610

Video-amatir-Lion-Air-JT-610.jpg
(Youtube)


RIAU ONLINE - Luka mendalam dirasakan keluarga korban tragedi jatuhnya Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat. Tak hanya duka, impian-impian pun pupus seiring peristiwa tersebut.

Pesawat tersebut mengangkut 181 orang penumpang dan 8 orang awak. Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi menyatakan sangat kecil kemungkinan ada penumpang selamat.

Banyak mimpi yang tenggelam bersama tragedi jatuhnya Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang. Berikit beberapa impian yang pupus karena tragedi jatuhnya Lion Air JT 610, melansir Kumparan.com, Minggu, 4 November 2018:

Hizkia Jorry dan Mimpi Menjadi Sarjana

Tercatat sebagai mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia angkatan 2013, Hizkia Jorry Saroinsong saat ini sudah memasuki tingkat akhir.

Hizkia Jorry, korban lion air JT-610Kumparan.com

Sambil menyelesaikan skripsinya, Jorry memilih bekerja di LSM. Bagi Johan Harry, ayah Jorry, hal itu tak masalah. Ia mendukung apapun niat Jorry asal untuk kebaikannya.

"Dia meskipun belum lulus tapi kata orang-orang kemampuannya luar biasa, seperti orang yang lagi ngejar Phd. Saya kehilangan tapi saya yakin dia orang baik, berprestasi dan berkontribusi banyak untuk negara," kata Johan.

Shella dan Harapannya Menikah pada 5 November

Kepergian Shella meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga. Perempuan berusia 26 tahun itu sejatinya menikah pada 5 November mendatang. Tapi rencana kini tinggal rencana, pesawat Lion Air JT 610 yang ditumpangi Shella jatuh.

Kondisi rumah Shella, korban Lion Air JT-610Kondisi rumah Shella, korban Lion Air JT-610 (Kumparan.com)

Sementara, kabar Shella dan calon suaminya belum juga terdengar. Namun menurut keterangan Basarnas, kecil kemungkinan ada korban yang selamat.

Sayangnya tak ada keterangan diberikan dari keluarga. Namun seorang pria memberi informasi, Shella terbang ke Pangkal Pinang, Babel hendak menemui mertuanya terkait pernikahan.

Luthfi dan Keinginan Memiliki Momongan

Luthfi baru menikah dengan istrinya, Karlina pada 27 Januari 2018. Sebagai pasangan suami istri, pria lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung angkatan 2011 itu.

Istri Muhammad Luthfi Nurramdhani Istri Muhammad Luthfi Nurramdhani (kedua dari kiri), korban pesawat Lion Air JT-610 (Kumparan.com)

Dan Karlina pun kini tengah mengandung 7 bulan anak Luthfi. Awal tahun depan, Karlina diprediksi akan melahirkan buat cintanya.

Pria berusia 24 tahun yang tinggal di Pangkal Pinang itu memang kerap kali menemui keluarganya di Bekasi untuk melepas rindu ataupun urusan pekerjaan.

Paul Aryobaba dan Impiannya Rayakan HUT ke-15 Pernikahan

Inchy Ayorbaba (33), istri dari Paul Ferdinand Ayorbaba (43) salah satu korban Lion Air, lemas begitu menerima daftar nama-nama korban pesawat Lion Air JT 610. Di manifes, tertulis nama Paul di daftar tersebut. Suasana duka pun menyelimuti keluarga besar Paul.

selfie terakhir Inchy Ayorbaba , Paul Ferdinand Ayorbaba (NOT COV)Foto terakhir Inchy Ayorbaba bersama suaminya Paul Ferdinand Ayorbaba, korban Lion Air JT-610, Minggu (28/10) malam. (Dok. Inchy Ayorbaba via Kumparan.com)

Menurut Inchy, ia bersama suaminya akan merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke-15 pada April 2019. Hal tersebut atas permintaan sang suami yang ingin merayakannya dengan mengundang keluarganya untuk makan malam bersama di restoran.

"Itu kemauan bapak, dia bilang 'kita tahun depan udah ke-15 bun, nanti kita buat acara makan-makan di restoran. Nanti bunda yang pilih restorannya' begitu katanya kita undang keluarga," tutur Inchy.