Aktual, Independen dan Terpercaya


Deretan Kode Rahasia Ini Digunakan Para Pejabat Saat Korupsi

Korupsi-Ilustrasi.jpg
(LIPUTAN6.COM)

 

RIAU ONLINE - Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin tersangkut kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Selanjutnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkannya sebagai tersangka.

Dalam kasus ini terungkap kode-kode rahasia untuk menyamarkan identitas-identitas yang terkait. Ternyata, kode-kode rahasia itu bukan yang pertama pada kasus korupsi. Sejumlah kode sempat digunakan para pejabat dalam kasus korupsi lainnya. Apa saja?

1. Tina Toon

KPK terus mendalami kasus suap perizinan proyek kota terencana Meikarta di Cikarang. Setelah Neneng sang Bupati ditetapkan sebagai tersangka, terungkap fakta baru, yakni kode 'Tina Toon' dalam praktik suap tersebut.

"Untuk kode Tina Toon, sudah teridentifikasi orang yang dimaksud, yaitu pejabat setingkat Kasi atau Kabid di Pemkab Bekasi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, seperti dilansir dari merdeka.com, Kamis, 18 Oktober 2018.

2. Apel Washington dan Apel Malang

Kode rahasia juga digunakan dalam kasus suap proyek Wisma Atlet Jakabaring, Palembang yang menyeret nama Angelina Sondakh dan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri, Mindo Rosalina Manulang. Angie dan Mindo menggunakan kode Apel Washingtond dan Apel Malang.

Ternyata, kode Apel Washington disebut untuk suap uang dalam kurs dolar Amerika Serikat. Sementara Apel Malang digunakan untuk uang suap yang diberikan dalam kurs rupiah.

3. Ahok

Kasus suap yang melibatkan Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar juga mengungkap kode rahasia. Kode Ahok, yang terungkap digunakan untuk mengganti nama Basuki Hariman.

Basuki Hariman adalah pemberi suap terhadap Patrialis Akbar terkait judicial review UU 41/2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan.

4. Santri

Berbagai kode digunakan para koruptor untuk menyamarkan identitasnya saat melakukan korupsi. Salah satunya kasus korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama.

Pada kasus tersebut, para koruptor menggunakan kode santri sebagai pengganti dari tiga nama politikus Golkar yaitu Fahd El Fouz, Zulkarnaen, dan Dendy Prasetia. Tiga orang itu bertugas memengaruhi pejabat kemenag dalam lelang proyek.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id