#2019GantiPresiden, Kapolri Didesak Copot Kapolda Riau dan Jatim

mobil-neno-warisman-dihadang.jpg
(fakhrurrodzi)


RIAU ONLINE - Kepala Kepolisian Indonesia (Kapolri) Jenderal Muhammad Tito Karnavian didesak untuk mencopot Kapolda Riau Irjen Nandang dan Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin. Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Syafii menilai kedua Kapolda itu lalai dalam menjalankan tugas saat peristiwa aksi penolakan terhadap para aktivis #2019GantiPresiden.

Sikap aparat kepolisian dalam peristiwa penolakan aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman dan Ahmad Dhani di Surabaya, menurut Syafii, tidak mencerminkan sikap kepolisian. Apalagi kata Syafii, Kepolisian RI memiliki tagline Profesional, Moderen, dan Terpercaya (Promoter).

"Kalau polisi konsisten dengan tagline promoter, profesional modern dan terpercaya, itu ulah oknum polisi di Pekanbaru dan Jatim, itu melawan tagline itu," kata Syafii, melansir Suara.com, jaringan RIAUONLINE.CO.ID, Rabu, 29 Agustus 2018.

Baca Juga: Bubarkan Aksi #2019GantiPresiden di Riau, BIN: Maaf Andai Ada Sikap Kasar

Kepolisian di Pekanbaru dan Surabaya, menurut Syafii, tidak mampu menjaga masyarakat yang menggelar deklarasi #2019GantiPresiden. Padahal, kata dia, deklarasi tersebut mencerminkan sebuah ruang bagi masyarakat untuk memperjuangkan haknya mengemukakan pendapat.

"Bahwa menyampaikan pendapat dijamin konstitusi kita. Dijamin UU 39 tahun 99 tentang ham pasal 25. Kemudian dijamin oleh UU 9 tahun 98 dan ada hukuman kepada mereka dengan ancaman atau kekerasan menghalangi warga negara menyampaikan pendapat," ujarnya.

Sikap para aparat kepolisian yang menghadang kegiatan deklarasi mendapat sorotan dari para para aktivis #2019GantiPresiden. Seperti yang diungkapkan oleh Neno Warisman usai dikepung oleh massa yang menghadangnya di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/8) akhir pekan lalu.

Klik Juga: Neno Warisman Ditolak, Pria Ini Ancam Ledakkan Polda Riau

Neno Warisman bercerita kala itu pihak aparat keamanan termasuk Kepala BIN Daerah Riau memaksa dirinya untuk kembali ke Jakarta dengan alasan meminimalisir kericuhan. Neno pun menyebut ada tindak kekerasan yang dilakukan oleh pihak aparat kepada rombongannya. Akibat penghadangan tersebut, Neno Warisman sempat terjebak di dalam mobil selama 7 jam.

Perlakuan yang sama dialami oleh Ahmad Dhani di Surabaya, Jawa Timur di hari yang sama. Ia yang datang beserta istri, Mulan Jameela dan anaknya datang ke kota tersebut guna menghadiri acara deklarasi keesokan harinya. Belum juga sampai di acara, pentolan grup band Dewa 19 itu malah terjebak di hotel Majapahit.

Hal itu dikarenakan banyaknya massa yang datang dan melakukan orasi di depan hotel. Dirinya pun mendapat kabar bahwa ancaman sudah diterima pihak gerakan itu sehari sebelumnya. Massa tersebut mengancam akan membakar mobil komando yang akan digunakan untuk acara di hari Minggu.

Lihat Juga: Kasus Neno Warisman, Polda Riau Dianggap Tidak Netral

Bukannya membubarkan massa, Ahmad Dhani mengatakan para aparat kepolisian setempat malah menyuruh dirinya untuk kembali ke Jakarta.

"Yang saya heran di sana banyak media dan polisi. Kenapa polisi tidak nangkepin semua orang itu. Masukin (penjara) selesai. Tapi kenapa mereka enggak ditangkap. Justru saya yang diusir suruh pulang dari Surabaya," pungkasnya.

Berita sudah tayang di Suara.com, dengan judul #2019GantiPresiden, Kapolda Riau dan Jatim Diminta Dicopot

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id