Abdul Somad Atau AHY, Siapa Cawapres Prabowo?

Prabowo-Ketum-Gerindra.jpg
(DW.COM/REUTERS)


RIAU ONLINE - Mendekati penutupan masa pendaftaran pasangan calon presiden-wakil presiden, muncul tarik-ulur pendukung Ustad Abdul Somad (UAS) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi calon wakil presiden untuk Prabowo Subianto.

"Saya pikir teman-teman di Demokrat, PKS, punya komitmen sama terhadap persoalan kebangsaan yang saat ini terjadi. Kita cari solusi secepatnya, kita ingin mencari pasangan atau couple yang bisa memenangkan kontestasi ini. Kembali lagi suasana batin kita ke arah Prabowo-Ustaz Abdul Somad," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) sekaligus Ketua DPP Gerindra, Habiburokhman, seperti dilansir dari detikcom, Rabu, 8 Agustus 2018.

Selama ini, kata Habiburokhman, terjadi miskomunikasi antara Prabowo dan UAS. Sebab itu, pihaknya akan menjembatani komunikasi keduanya.

"Faktanya, kedua belah pihak akan bersedia jika diberi amanat untuk memperbaiki kebangsaan," kata dia.

Nama Abdul Somad muncul dalam bursa cawapres Prabowo berawal dari hasil Ijtima Ulama yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-Ulama (GNPF-U). Selain nama Somad, Ijtimak Ulama juga memunculkan nama Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri.

Baca Juga Roy Suryo: Cawapres Prabowo Subianto Berinisial A

Habiburokhman juga mengungkap pertemuan antara Prabowo dengan GNPF-U dan FPI kemarin malam (6/8). Dalam pertemuan itu, kata Habiburokhman, Prabowo didorong untuk menggandeng Somad.

"Kurang lebih sama ya semalem, ada Ketum FPI. Kalau informasi yang kita dapat kurang lebih sama yang disampaikan yaitu arahnya adalah Ustaz Abdul Somad," ucap Habiburokhman.

Pada kesempatan yang sama, Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengungkap kebersiadaan UAS untuk menjadi cawapres. Namun ada syaratnya.

"Dengan diamnya UAS ini, umat Islam dan partai-partai koalisi keumatan harus cerdas mengambil isyarat. Artinya, UAS insyaallah bersedia asalkan kalau sudah dideklarasikan partai-partai koalisi umat langsung menempatkan, dideklarasikan, UAS bersedia," ujar Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bakmumin.

Menguatnya dorongan untuk UAS ini kemudian membuat elite Gerindra berkumpul di kediaman Prabowo tadi siang. Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik menilai Prabowo menghormati keputusan Ijtimak Ulama.

"Pak Prabowo sangat menghargai Ijtimak Ulama itu. Ya kan (nanti akan) diminta kan kesediaannya. Kalau dia nggak bersedia seperti apa nanti didiskusikan lagi," kata Taufik.

PAN yang juga kemungkinan berada di kubu pendukung Prabowo mendukung masukan dari GNPF-U dan FPI. Bahkan nama Abdul Somad bisa saja dibahas di Rakernas PAN pada Kamis (9/8).

Klik Juga Ustad Abdul Somad Bersedia Jadi Cawapres Prabowo, Ada Syaratnya?

"Kalau di PAN, sosok UAS sangat diperhitungkan. Teman-teman ramai memperbincangkannya. Kami yakin, Ustaz UAS mampu menjadi cawapres sebagaimana diinginkan masyarakat," kata Wasekjen PAN Saleh Daulay.

Menurut Ketua DPP PAN Yandri Susanto, partainya tidak setuju jika Prabowo memilih Salim Segaf. Yandri juga menganggap Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun membuat partainya keberatan jika dipilih Prabowo.

"Kalau Pak Prabowo ngambil Salim Segaf, misalnya, ya kami tidak setuju, atau ngambil AHY, pasti kami tidak setuju," kata Yandri

Sementara Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean menyanggah dorongan agar UAS menjadi cawapres Prabowo. Menurut Ferdinand, Prabowo tak perlu ditekan terkait urusan cawapres.

"Kami minta kepada kawan-kawan GNPF dan semua pihak, ayo kita hormati Pak Prabowo sebagai pemimpin. Pemimpin itu memimpin, pemimpin tidak tunduk pada tekanan apapun, tapi pemimpin berdaulat memutuskan sebuah keputusan," kata Ferdinand.

Dalam Pilpres 2019, Demokrat berada di gerbong Prabowo. Kendati demikian Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak menyorongkan nama siapapun termasuk putranya sendiri, AHY. Bahkan, SBY menyatakan akan mendukung sepenuhnya siapapun yang dipilih Prabowo sebagai cawapres.

Lantas, Waketum PD Roy Suryo menyebutkan petunjuk soal sosok cawapres Prabowo. Dia membenarkan inisial cawapres Prabowo adalah huruf A.

"Betul (Cawapres Prabowo berinisial A). Makanya A itu kan Abdul Somad bisa, Assegaf Salim bisa, Agus (Harimurti Yudhoyono) bisa, Anies bisa," kata Roy.