Aktual, Independen dan Terpercaya


Begini Menteri Siti Tanggapi Australia yang Sebut Banyak Gelontorkan Dana

Menteri-Siti-Nurbaya-di-APRS.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)
ombudsman

RIAU ONLINE, YOGYAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (MenLHK), Siti Nurbaya menanggapi pernyataan dari negara Australia yang mengatakan bahwa mereka telah banyak menggelontorkan dana demi menghentikan deforestasi dan degradasi hutan di Asia Fasifik.

Menteri Siti mengatakan bahwa Indonesia tidak memandang besar dana yang telah digelontorkan oleh negara dengan populasi kangguru terbesar itu. Melainkan ada fakta lainnya yang lebih baik dari hanya sekedar sebuah pendanaan.

"Pak Josh (Menteri lingkungan dan energi dari Australia, Josh Frydenberg) juga menceritakan banyak punya sekian dolar untuk ke sana, ke sini. Buat Indonesia sebenarnya tidak seperti itu," katanya di 3rd Asia-Pacific Rainforest Summit Alana Hotel and convention cente, Senin, 23 April 2018.

Menurut Siti, kerjasama teknik antara Indonesia dengan Australia yang telah diterapkan lebih baik dari pada soal pendanaan yang telah banyak digelontorkan oleh Australia.

"Pak Josh juga menceritakan banyak punya sekian dolar untuk ke sana, ke sini. Buat Indonesia sebenarnya kerjasama tekniknya yang dipegang karena metodenya bagus dan datanya sistematis," jelasnya.

Kerjasama itu beberapa diantaranya ialah tentang program percontohan yang diwakili oleh Reduction of Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD +) kepada negara yang memiliki hutan hujan tropis.

Baca Juga Hadiri APRS, Menteri Siti Nurbaya: Untuk Kembalikan Lahan Rusak

Selain itu juga ada upaya untuk mengurangi emisi dari hutan yang akan mengurangi emisi sebesar 26 juta ton dengan dukungan dari Bank Dunia.

Sementara itu, saat diberikan kesempatan untuk berbicara di 3rd Asia-Pacific Rainforest Summit, Menteri lingkungan dan energi dari Australia, Josh Frydenberg mengatakan bahwa mereka telah banyak menggelontorkan dana demi menghentikan deforestasi dan degradasi hutan di Asia Fasifik.

"Sejak kami bergabung di tahun 2016 ada beberapa pencapaian terutama pada bulan Oktober 2017 yang mana Australia adalah pendukung utama tentang program percontohan hingga $500 juta hasil melalui REDD +," imbuhnya.

"Pada KTT Sydney perdana pada tahun 2014, pemerintah Australia mengumumkan pendanaan dari$6 juta untuk mendukung program kehutanan dan perdagangan Asia untuk Laos, Myanmar, Vietnam dan Indonesia," tutupnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id