Aktual, Independen dan Terpercaya

Di Tahanan, Jessica Kisahkan Kehidupannya dalam Skenario, Akankah di Filmkan?

Jessica-Kumala-Wongso.jpg
(DETIK.COM)

RIAU ONLINE - Menulis skenario film menjadi pilihan Jessica Kumala Wongso untuk menghabiskan waktu di balik jeruji sel Rutan Pondok Bambu.. Skenario yang ditulis Jessica mengisahkan kehidupan pribadi hingga membawanya ke rumah tahanan.

Bahkan, pengacara Jessica, Hidayat Bostam mengatakan, Jessica mendapat tawaran dari produser. "Jessica dapat tawaran dari produser, karena melihatnya Jessica tidak bersalah," ujarnya, dikutip dari Tribunnews, Rabu, 15 Maret 2017.

Sayangnya, Hidayat menolak menyebut sosok produser yang akan mengisahkan kehidupan Jessica dalam sebuah film itu. Namun, kata Hidayat, pembuatan film itu telah didiskusikan dengan Jessica bersama keluarga dan pengacaranya.

"Mereka setuju kisah Jessica diangkat ke layar lebar, namun setelah dirinya bebas dari penjara," ungkapnya.

Baca Juga: Australia Ungkap Rahasia 'Kelam' Jessica Kumala Wongso

Menurut Hidayat, pertimbangan ini diambil karena Jessica sendiri yang akan melakukan casting terhadap pemeran dirinya. "Iya menunggu dia bebas dulu. Kalau hasil MA baru berjalan," tambah Hidayat.

Jessica, tutur Hidayat, tidak ingin penggambaran dirinya di film itu dibuat berlebihan dan meminta filmnya sesuai dengan dirinya.

Jessica mulai menjadi sorotan publik setelah terbukti membunuh sahabatnya, Wayan Mirna Salihin. Mirna tewas setelah meneguk es kopi Vietnam yang dipesankan Jessica saat mereka bertemu di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Rabu, 6 Januari 2016.

Klik Juga: Benarkah Jessica Psikopat? Ini Tanda-Tanda Psikopat

Jessica ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Mirna pada Jumat, 29 Januari 2016. Selanjutnya sidang Jessica menjadi perhatian publik setelah disiarkan secara langsung oleh beberapa televisi swasta. Kuasa hukum terdakwa, Otto Hasibuan, menyatakan banding atas putusan tersebut.

Mirna meninggal setelah meminum es kopi Vietnam yang dipesan Jessica di Kafe Olivier pada 6 Januari 2016. Hasil pemeriksaan dari Puslabfor Polri menunjukkan bahwa Mirna meninggal karena keracunan sianida.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline