Aktual, Independen dan Terpercaya


Gempa Berkekuatan 4.0 SR Kembali Guncang Sumatera Utara

ILUSTRASI-GEMPABUMI1.jpg
(INTERNET)
ombudsman

RIAU ONLINE - Gempabumi kembali mengguncang wilayah Sumatera Utara dengan kekuatan 4.0 SR pada pukul 08.11 WIB, Selasa, 17 Januari 2017. Analisis pendahuluan BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 3.30 LU dan 98,46 BT, tepatnya di darat pada jarak 29 km arah barat daya Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara di kedalaman 25 km.

Sebelumnya gempabumi tektonik berkekuatan 5.6 SR mengguncang Sumatera Utara, Senin, 16 Januari 2017, pukul 19.42 WIB, dengan episenter pada koordinat 3,33 LU dan 98,46 BT, tepatnya di darat pada jarak 28 km arah barat daya Deli Serdang, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.

Berdasarkan hasil analisis pada Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan dari masyarakat, gempabumi sebelumnya itu dirasakan Sibolangit dengan intensitas sekitar III SIG-BMKG atau setara dengan VI MMI, Medan II SIG-BMKG (IV-V MMI), sedangkan Tuntungan, Tebing Tinggi, Pematang Siantar intensitasnya II SIG-BMKG ( II-III MMI).

Baca Juga: Pertama Sejak 50 Tahun, Gempa Bumi Di Rambah Samo, Rokan Hulu

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi, mengatakan secara umum sumber gempa di daratan Sumatera dapat disebabkan oleh aktifitas sesar lokal maupun aktifitas zona subduksi. Perbedaan kedua sumber gempa tersebut dapat dilihat dari kedalaman sumber gempa. Gempa akibat aktifitas sesar lokal memiliki karakteristik kedalaman sumber yang dangkal, sedangkan untuk sumber gempa akibat subduksi lempeng di Pulau Sumatera mempunyai kisaran kedalaman hingga ratusan kilometer.

Gempabumi yang terjadi di barat daya Deli Serdang, Sumatera Utara ini jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempabumi dangkal dan mempunyai mekanisme sesar mendatar.

"Hal ini berarti gempabumi ini terjadi akibat aktivitas sesar lokal. Dengan kedalaman yang dangkal ini, sangat wajar jika guncangan akibat gempa ini dirasakan tidak terlalu luas," katanya.

Hasil monitoring BMKG hingga saat ini sudah terjadi 9 kali gempabumi susulan dengan kekuatan lebih kecil dari gempa utamanya. Untuk itu kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi dari BMKG.

Klik Juga: Inilah Penyebab Sumatera Disebut Wilayah Rawan Gempa

"Khusus masyarakat di daerah pesisir pantai barat Sumatera Utara dan sekitarnya dihimbau agar tidak terpancing isu mengingat gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Sementara, kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa terjadi pada sejumlah rumah warga di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan, Sumatera Utara. Kerusakan terparah terjadi di Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan.

Kerusakan di Pantai Labu, berada di perkampungan nelayan tradisional, pinggiran laut di pantai timur. Beberapa rumah warga di Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang dan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang juga mengalami retak-retak.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline