Aktual, Independen dan Terpercaya


1.340 Titik Panas Sumsel Menambah Pekat Asap Riau

gambut.jpg
RIAUONLINE.CO.ID/IZDOR
Petugas Pemadam Manggala Agni bersiap memadamkan api yang melahap lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kampar. Rabu (16/9/2015)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera belum dapat diatasi secara tuntas. Pantauan Satelit Terra Aqua dari NASA pada Minggu 4 Oktober 2015 tercatat 1.563 titik panas tersebar Sumatera.

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, Sumatera Selatan masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak mencapai 1.340 titik.

 

"Lebih dari satu bulan titik panas di Sumatera Selatan belum dapat dipadamkan," kata Sutopo dalam rilisnya yang disampaikan melalui pesan Blackberry , Ahad (4/10/2015). (KLIK: Pocong Pun Ikut Protes Asap)

 

Titik panas juga masif muncul di Jambi mencapai 131 titik, Bangka Belitung 22 titik, Lampung 57 titik, Kepulauan Riau satu titik dan Riau sembilan titik.

 

Menurut Sutopo, konsentrasi titik panas di Sumatera Selatan terdapat di perkebunan dan hutan tanaman industri di Ogan Komering Ilir. Pantauan satelit dari NASA terlihat dengan jelas asap tebal diproduksi dari Kabupaten OKI dan Musi Banyuasin yang terbawa angin ke arah Barat Laut-Utara sehingga menambah kepekatan asap di Jambi dan Riau. (LIHAT: Riau Berasap, Titik Panas Sumatera Mencapai 1.199)

 

"Bahkan asap ini menyebar ke wilayah Malaysia," jelasnya.

 

Asap sisa kebakaran hutan dan lahan pun kian meluas memperburuk kualitas udara di beberapa wilayah. Penerbangan di bandara pun terganggu. Jarak pandang di Pekanbaru menurun hingga 500 meter, Jambi 500 meter dan Palembang 700 meter. (BACA: Soal Asap, Mulai dari Jin, Tiket buat Jokowi Hingga Pembantaian Warga Riau)

 

Indeks Standar Pencemaran Udara juga menunjukkan level Tidak Sehat hingga Berbahaya. Udara di Pekanbaru 380 ugr/m3 (Berbahaya), Jambi 504 (Berbahaya) dan Palembang 391 (Berbahaya).

 

Untuk mengatasi hal ini Sutopo menambahkan, BNPB telah mengerahkan 7 helicopter dan pesawat water bombing, serta 1 pesawat Casa hujan buatan di Sumsel. (INFO: Digertak Jakarta, Tokoh Riau Lari Terbirit-birit)

 

Kemudian 1.594 personil TNI-Polri dari Jakarta dikirim ke Sumsel untuk memperkuat satgas darat sehingga total 3.694 personil gabungan memadamkan api di darat.

 

"Langkanya awan potensial di Sumsel menyebabkan hujan buatan belum optimal. Beberapa helicopter water bombing akan dipindahkan homebase-nya ke OKI dan Muba untuk memudahkan pemadaman," jelasnya.