Aktual, Independen dan Terpercaya


Katanya Asap Tetangga, Tapi Garuda dan Lion Terpaksa Delay

Kabut-Asap-di-Pekanbaru.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kabut asap yang disebut-sebut kiriman dari provinsi tetangga, ternyata berdampak terhadap penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru. Jarak pandang Selasa (1/9/2015), hanya 900 meter, jauh dari ambang batas normal yang bisa didarati. 

 

Akibatnya, dua penerbangan mengalami penundaan, antara lain Garuda Indonesia 172 dengan rute Jakarta-Pekanbaru, Lion Air 237 rute Batam ke Pekanbaru.

 

(Baca Juga: Ya Allah Asap tebalnya Masuk Rumah Saya

 

Duty Manager SSK II, Hasnan mengatakan, jarak pandang  Selasa pagi pukul 09.00-10.00 WIB, hanya 900 meter saja.

 

"Jadwal seharusnya pukul 10.20 kedua pesawat ini sudah sampai di Pekanbaru. Akan tetapi hingga sekarang masih belum berangkat. Mereka menunda keberangkatan karena tidak mau mengambil risiko meskipun sekarang jarak pandang sudah kembali normal, di atas 1.000 meter," ungkap Hasnan kepada RIAUONLINE.CO.ID. 

 

Sebelumnya Satelit Terra dan Aqua Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau memantau 198 titik api di Sumatera dan Riau menjadi penyumbang titik terbanyak yakni 82 titik.

 

(Klik Juga: Jarak Pandang 500 Meter, Citilink dan Lion tak Bisa Mendarat

 

Ke-82 titik di Riau ini antara lain, Pelalawan 33 titik, disusul Inhu 17 titik, Kampar 12 titik, Inhil 6 titik, Rohul 5 titik, Dumai 2 titik, Kuansing 2 titik, Siak 2 titik, Pekanbaru 2 titik dan Bengkalis 1 titik.

 

Kepala BMKG Provinsi Riau, Sugarin, mengatakan, secara umum cuaca wilayah Provinsi Riau cerah berawan. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir tidak merata pada sore atau malam hari terjadi di Wilayah Riau bagian Utara.

 

Sehari sebelumnya, berdasarkan kesimpulan data daru Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau dan P3E Sumatera mencatat kualitas udara ambien di Provinsi Riau berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

 

(Baca: LBH Pekanbaru: Pemerintah Jokowi Lamban Tuntaskan Masalah Asap

 

Sesuai klasifikasi tersebut, bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan keusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline