Aktual, Independen dan Terpercaya


Tak Sanggup Padamkan Api, Gubernur Riau Jangan Malu Minta Bantuan ke Pusat

kabut-asap-pekanbaru-lagi.jpg
(yan)
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PW PP) Provinsi mendesak Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Syamsuar, untuk tidak sungkan dan malu meminta bantuan Pemerintah Pusat jika tak sanggup padamkan api yang membara sejak sebulan terakhir. 
 
Permintaah untuk tidak malu dan sungkan itu, disampaikan guna menimalisir jatuhnya korban jiwa seperti terjadi di tahun 2015 silam menimpa warga Riau. 
 
"Tak perlu sungkan meminta bantuan, kasihan masyarakat, kasihan anak kecil, anak sekolah, mereka adalah korban nyata dari kerakusan dan ketamakan manusia dalam hal kebakaran hutan dan lahan ini. Kami Pemuda Muhammadiyah mendesak aparat kepolsiain menindak tegas perusahaan pembakar lahan," kata Wakil Ketua PW PP Riau, Infa Wilindaya, kepada RIAUONLINE.CO.ID, Selasa, 6 Agustus 2019. 
 
Ia menjelaskan, kabut asap tebal sejak dua pekan terakhir sudah seharusnya menjadi perhatian serius bagi semua pihak, termasuk Gubernur Riau, Syamsuar, sekaligus menjabat Dan Satgas Karhutla. Pemerintah jangan anggap enteng, sebelum membesar seperti 2015 silam. 
 
"Jangan anggap enteng jerebu (asap) Karhutla. Ini bisa berdampak terhadap kesehatan masyarakat," ujar Infa.
 
Masyarakat Riau, lanjut Infa, masih sangat trauma dengan kejadian kabut asap parah 2015 lalu. Maka tak aneh jika warga Riau reaktif sehingga terkesan meremehkan pemerintah.
 
"Kita tentu masih sangat trauma dengan kejadian asap ini, tanpa mengurangi arti orang-orang atau lembaga yang sudah berupaya menangani asap, kami ingin pemerintah lebih serius lagi," ujarnya.
 
Infa juga mendoakan Syamsuar, dikabarkan terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), seperti diberitakan di media massa, sembuh sedia kala.
 
"Kami mendoakan Pak Syamsuar segera sehat, sehingga dapat mengawal persoalan asap ini dan tidak ada korban yang bertambah akibat udara yang kian mengkhawatirkan," pungkasnya.