Aktual, Independen dan Terpercaya


Bambang Hero: Puntung Rokok Bukan Penyebab Kebakaran Lahan

Bambang-Hero.jpg
(Azhar)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) atau pakar kebakaran hutan dan lahan, Prof Bambang Hero Saharjo, M.Agr menjelaskan secara ilmiah bahwa puntung rokok tidak pernah bisa menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Saya tidak pernah percaya itu (puntung rokok penyebab karhutla). Tidak benar puntung rokok menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan," tegasnya, Senin, 8 April 2019.

Sebab, Bambang Hero langsung membuktikan bahwa puntung rokok tidak bisa membakar lahan meskipun dengan kondisi nol persen mengandung kadar air.

" Beberapa penelitian kami seperti daun pinus kering dengan nol persen kadar airnya, daun lebar dengan nol persen kadar air. Hasilnya setelah ditungguin pun gak nyala-nyala tuh diletakkan puntung rokok," jelasnya.

Bahkan mahasiswanya sendiri juga turut dilibatkan untuk membuktikan bahwa puntung rokok menjadi penyebab karhutla. Dan hasilnya, lagi-lagi nihil bahwa puntung rokok dapat menyulut api dan menyebabkan karhutla.

" Bahkan saya kirim mahasiswa saya untuk melakukan penelitian S1 untuk membuktikannya. Ternyata tidak benar juga. Jadi alasan saya ini tidak hanya berdasarkan statemen saja, tapi berdasarkan penelitian kita di lapangan. Itu sudah kita tunjukkan juga pada para peserta pelatihan yang berlatar belakang memiliki pendidikan hukum," tegasnya.

Alasannya karena puntung rokok tidak memiliki energi yang cukup untuk melahap lahan kering dan tandus. Berbeda jika energinya besar seperti dihasilkan sendiri oleh korek api.

" Kalau itu sudah kita buktikan di lapangan dan proses terbakar itu memang terjadi. Korek api diikat pada benda kering kemudian 5 menit langsung terbakar. Atau diujungnya itu diletakkan racun nyamuk. Di menit kesekian juga bisa terbakar," sebutnya.

Selain puntung rokok, peneliti ini juga tidak mempercayai bahwa pancaran sinar matahari dan petir juga dikambinghitamkan menjadi penyebab karhutla.

"Ada juga karhutla itu disebut karena sinar matahari. Logikanya, Kalau kebakaran itu terjadi dengan sendirinya pasti di mana-mana sudah kebakaran semua. Petir juga disebut menjadi penyebab kebakaran hutan. Pohonya masih utuh, tapi di belakang ada lahan yang sudah di land clearing. Sekarang pertanyaannya bagaimana caranya menginterpensi matahari supaya bakarnya ke situ dan bukan ke tempat lain. Atau bahkan menginterpensi petir. Akhirnya di suatu lahan yang terbakar bahwa mereka ngaku si punya lahan adalah pelaku pembakarnya," tutupnya.