Karhutla Telan Korban Jiwa, Mendagri Portugal Mengundurkan Diri

Sisa-karhutla-Portugal.jpg
(Reuters)
ombudsman

RIAU ONLINE - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) parah terjadi di Portugal pada Juni 2017 lalu hingga menelan korban jiwa. Atas insiden ini, Menteri Dalam Negeri Portugal, Constança Urbano de Sousa memilih untuk mundur dari jabatannya.

Dalam surat pengunduran dirinya, ia menyatakan dia mundur untuk menjaga martabat pribadinya.

Kementerian Dalam Negeri yang dipimpin Constança Urbano de Sousa membawahi Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Perlindungan Sipil. Kedua badan itu mendapat kecaman meluas dalam menangani kebakaran hutan.

Baca Juga!

Jikalahari: Polda Riau Tak Cukup Bukti Untuk Jerat Perusaan Pembakar Lahan

Inilah 11 Perusahaan Pembakar Lahan yang Mendapat SP3 dari Polda Riau

Saat kebakaran hutan Juni lalu, juga muncul seruan agar de Sousa mundur namun dia bertahan sebelum akhirnya mundur pada Rabu, 18 Oktober 2017 kemarin.

De Sousa mengatakan Perdana Menteri António Costa awalnya sempat menolak pengunduran dirinya namun dia menegaskan merasa tidak ada 'kondisi politik dan pribadi' baginya untuk meneruskan jabatan.

Hingga kini, kebakaran di Portugal masih belum padam total. Namun hujan sepanjang Selasa, 17 oktober 2017 malam dan angin yang melemah membantu para pemadam kemabaran untuk mengendalikannya. Pihak berwenang mengatakan bahwa 15 kebakaran terbesar sudah berhasil dikendalikan dan kondisi siaga sudah diturunkan satu tingkat.

Pada tahun 2017 ini, kebakaran hutan besar yang kedua di Portugal telah menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan ratusan cedera. Empat orang lainnya meninggal dunia di wilayah Spanyol, yang berbatamenyebabkan 64 meninggal dunia dan 250 cedera.

Sebagian besar korban tewas saat berusaha meloloskan diri dengan mobil keluar dari kawasan kebakaran di wilayah Pedrogao Grande, 50 km tenggara Coimbra

Sementara itu, Presiden Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, sudah meminta agar pemerintah mendapat mandat kuat untuk menerapkan reformasi penanganan kebakaran hutan dan manajemen hutan guna mencegah insiden serupa terjadi lagi.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id