Astaga, Mahasiswi Asal Indonesia Ini Dipaksa Lepas Jilbab di Bandara Roma

Aghnia-Adzkia.jpg
(DAILY MAIL/FACEBOOK)
ombudsman

RIAU ONLINE - Seorang wanita Muslim, warga negara Indonesia (WNI) dipaksa petugas bandara bandara Ciampino, Roma, Italia telah memaksa melepas jilbabnya jika ingin mendapatkan penerbangan ke London, Inggris, Minggu, 16 April 2017.

Aghnia Adzkia, yang merupakan seorang mahasiswi yang berkuliah di London itu sempat menolak. Ia mengaku telah didiskriminasi, sebab ia melihat seorang biarawati bisa melewati pemeriksaan keamanan bandara tanpa diminta melepas penutup kepalanya.

Dalam rekaman video, Aghnia tampak berulang kali meminta petugas bandara memperlihatkan aturan yang menyatakan bahwa jilbab harus dilepaskan saat pemeriksaan keamanan bandara. Tapi, petugas bandara bersikeras bahwa meraka tidak akan membiarkan Aghnia lolos pemeriksaaan keamanan bandara kecuali jika ia menaati aturan mereka.

Baca Juga: Gara-Gara Pakai Jilbab, Profesor Ini Dipecat dari Universitas Kristen

"Anda bisa menyembunyikan sesuatu di kepala Anda. Jika Anda tidak melepasnya, kami tidak tahu apakah ada sesuatu di balik jilbab, Oke? Anda tidak aman bagi kami," kata wanita petugas keamanan itu dalam rekaman video, seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa, 18 April 2017.

Tapi Aghnia menolak untuk melepas jilbabnya. Ia mengaku telah menjadi target ketidakadilan. "Ini adalah masalah martabat manusia dan hak-hak. Untuk alasan apa mereka meminta saya untuk melepas jilbab saya?" kata Aghnia melalui postinganya di Facebook.

Aghnia mengatakan petugas keamanan yang laki-laki menyeretnya keluar dari area keamanan bandara dengan cara tidak baik, meraih tasnya dan berteriak memintanya untuk diam.

Klik Juga: Inilah 11 Negara Yang Melarang Cadar dan Jilbab

"Cara mereka memperlakukan saya telah menunjukkan bahwa mereka tidak menghormati perempuan Muslim mengenakan jilbab," tulisnya.

Akhirnya, Aghnia membeli tiket ke London dari Bandara Leonardo da Vinci–Fiumicino yang juga berada di Kota Roma setelah insiden itu. Kali ini Aghnia bersedia membuka kerudungnya saat pemeriksaan.

“Saya ingin menunjukkan bahwa saya bukan teroris," tegasnya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline