Aktual, Independen dan Terpercaya
ÔĽŅ

Aksi Protes Minoritas dan Imigran Jelang Sepekan Pelantikan Trump

Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump.jpg
(AP)
ombudsman

RIAU ONLINE -  Sepekan jelang pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbagai aksi protes menantang janji Calon Presiden dari Partai Republik tersebut saat kampanye lalu dilakukan oleh warga di Washington DC, Sabtu, 14 Januari 2017 waktu setempat. 

Demonstrasi itu dilakukan pada libur panjang akhir pekan ketika warga AS memperingati Hari Dr. Martin Luther King Jr. Demonstrasi "We Shall Not Be Moved (Kami Tidak Akan diusir)" dipimpin pendeta yang juga aktivis, Al Sharpton.

"Melindungi hak-hak sipil warga negara dan hak pilih rakyat yang disisihkan, menyediakan asuransi kesehatan bagi semua orang Amerika dan kesempatan sama seharusnya mengalahkan perselisihan apapun," demikian disebutkan pada situs kelompok dan acara itu.

Baca Juga: Inilah Kekhawatiran Dunia Terhadap Kemenangan Trump Pada Pilpres Amerika Serikat

"Berbagai kelompok datang dan pergi, pemilu silih berganti, tetapi beberapa hal harus tetap ada dan tidak bisa ditawar," dilansir RIAUONLINECO.ID, dari laman VOA Indonesia. 

Demonstrasi itu dilakukan pada libur panjang akhir pekan ketika warga AS memperingati Hari Dr. Martin Luther King Jr, terkenal karena kerja kerasnya dalam mengakhiri rasialisme dan mempromosikan hak-hak sipil pada tahun 1950-an dan 1960-an.

Sabtu siang, protes "Here to Stay (Tetap Di Sini)" yang mendukung hak-hak imigran dan minoritas berlangsung di gereja Washington.

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat

"Tim Trump menyatakan, sebagian langkah pertamanya akan menarget imigran dan Muslim," demikian pernyataan daring gerakan itu.

"Kami akan bergandengan dan bersama menentang kriminalisasi, deportasi massal, dan kejahatan kebencian. Kami #TetapDiSini dan kami tidak akan pergi."

Klik Juga: Jika Terpilih Jadi Presiden, Trump Usir Muslim Dari Amerika Serikat

Semasa kampanye, Donald Trump berjanji akan "membangun tembok" di sepanjang perbatasan dengan Meksiko serta memulai keharusan registrasi bagi Muslim, ide-ide yang menjadi landasan bagi imigran, minoritas, dan kaum liberal lebih luas untuk melancarkan protes sejak Trump terpilih November lalu.


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline