2 Wartawan Australia Ditahan Saat Ingin Wawancarai PM Malaysia Najib

PM-Malaysia-Najib-Razak.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE - Dua wartawan Australia Linton Besser dan Louie Eroglu ditangkap di kota Kuching, Malaysia hari Sabtu (12/3/2016) lalu. Keduanya ingin mewawancarai Perdana Menteri Malaysia Najib Razak soal tuduhan korupsi.

 


Keduanya wartawan televisi ABC ini ditangkap setelah mendekati Najib di jalan. Pemerintah Australia melalui Menteri Luar Negeri Julie Bishop langsung menghubungi Kuala Lumpur terkait penangkapan itu.

 

BACA JUGA : Menlu Retno Ditolak Israel Masuk Tepi Barat

 

Diberitakan VOAINdonesia, Senin (14/3/2016), Besser dan Eroglu ditangkap karena dituduh melewati garis pembatas keamanan saat Najib berjalan. Mereka pun dituding agresif mendekati perdana menteri. Namun, ABC membantah tuduhan itu. ABC menyebut kedua wartawannya berhenti mengambil gambar dan meninggalkan lokasi ketika diminta.

 

Namun, kedua wartawan itu kemudian ditangkap oleh polisi selama enam jam dan paspornya diambil. Ketika akhirnya paspor keduanya dikembalikan, mereka diminta tetap berada di Kuching, sementara pihak berwenang memutuskan akan mengajukan tuntutan terhadap mereka atau tidak. Ini diperkirakan bisa memakan waktu beberapa hari.

 

Kantor berita Malaysia Bernama mengutip Kepala Polisi Khalid Abu Bakar sebagai mengatakan akan membahas masalah ini dengan Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali.

 

KLIK JUGA : Lanud Pekanbaru Bakal Didatangi KSAU, Apa Agendanya?

  

Julie Bishop kepada stasiun televisi Nine Network mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan bahwa Australia mendukung kebebasan berbicara. Australia juga akan menyampaikan pernyataan kepada otorita tertinggi dalam pemerintah Malaysia.

 

Sebagaimana diketahui, Najib Razak diduga tersangkut kasus dana bernilai lebih dari 681 juta dolar (atau sekitar Rp 8,9 Triliun) yang disimpan di akun bank-nya pada awal tahun 2013.