Aktual, Independen dan Terpercaya


Bangkit dari Masa Kelam, Parma Kembali ke Seri A

Parma.jpg
(INTERNET)

RIAUONLINE - Bagi anda pecinta sepak bola Italia Seri A tentunya tidak asing lagi dengan klub satu ini, Parma. Sebuah klub fenomenal yang menjadi gudangnya pemain top dunia pada era awal tahun 1990 hingga 2000-an. Sebut saja Gianluigi Buffon, Lilian Thuram, Fabio Canavaro dan Juan Sebastian Veron.

Parma merupakan salah satu klub ternama di Italia pada periode 1990-an, punya koleksi gelar mentereng di antaranya Piala Winners, Piala UEFA, Piala Super Eropa, Supercoppa Italiana serta tiga trofi Coppa Italia.

Namun masalah finansial menerpa dan memaksa mereka bangkrut pada Maret 2015 lalu hingga klub dibubarkan dan kembali dibentuk dengan nama S.S.D. Parma Calcio 1913 untuk memulai kompetisi dari Serie D.

Sesuatu yang mengejutkan terjadi pada kompetisi 2017/2018, Parma bakal kembali meramaikan gelaran Serie A Italia setelah mereka sukses meraih tiket promosi untuk musim 2018/19.

Ini berarti hanya butuh tiga tahun bagi Gialloblu untuk bangkit dari periode keterpurukan finansial yang sempat membuat mereka kolaps.

Kembalinya Parma ke kasta tertinggi ditentukan melalui hasil yang mereka raih pada pekan terakhir Serie B musim ini, dengan membukukan kemenangan 2-0 di markas Spezia, Sabtu (19/5) dini hari WIB.

Hasil imbang tersebut cukup bagi mereka untuk mengunci posisi kedua klasemen akhir, mendampingi Empoli yang sudah terlebih dahulu memastikan tiket promosi otomatis.

Sebenarnya perolehan poin mereka sama dengan Frosinone yang berada di peringkat ketiga (72), namun pasukan Roberto D'Aversa berhak satu tingkat lebih tinggi karena unggul produktivitas gol.

Perjalanan Parma dari kasta keempat menuju tertinggi hanya memakan waktu tiga tahun, ini sekaligus menjadikan mereka sebagai klub Italia pertama yang mampu tiga kali beruntun promosi.

Satu tiket promosi tersisa akan diperebutkan oleh Frosinone, Palermo, Venezia, Bari, Cittadella dan Perugia melalui babak play-off.


Parma sempat dua kali mengalami pengurangan poin karena gagal membayar gaji pemain dan juga staf mereka. Presiden klub, Giampietro Manenti, juga ditahan akibat penipuan dan pencucian uang.

Kendati demikian pelatih Parma, Roberto D'Aversa, percaya timnya telah bangkit dari masa kelam dengan kembali ke Liga Italia pada musim depan.

"Ada kepuasan dari apa yang para pemain telah capai, karena tidak semua orang bisa kembali ke Serie A dalam waktu yang cukup singkat. Pada momen ini, kami harus menikmati promosi ini. Masa kelam membantu kami menjadi semakin kuat," kata D'Aversa seperti yang dikutip dari Footbaal Italia pada Sabtu (19/5).

"Jika kami lihat statistik, kami menyelesaikan musim ini dengan pertahanan terbaik. Dan saya pikir tim ini solid sepanjang musim," katanya menambahkan.

D'Aversa menangani Parma pada Desember 2016. Ketika itu, Parma sedang berjuang di Lega Pro dan lalu mendapatkan promosi ke Serie B. (Goal.com, CNN Indoenesia)