Bocor...Bocor.. Bukan Untung, Malah Rugi Dialami PSPS Jadikan Stadion Utama Riau Kandang

Papan-Skor-1-3-Kekalahan-PSPS-Riau.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Keberadaan Stadion Utama Riau ternyata tak membawa hoki (keberuntungan) bagi PSPS Riau setelah diputuskan menjadi homebase (kandang) dalam mengarungi laga di Kompetisi Liga 2 Grup 1 Sumatera. 

Di laga perdana saat digunakan sebagai kandang, PSPS Riau harus kehilangan 2 poin usai ditahan imbang PSMS Medan sengan skor 1-1. Sepekan kemudian, malapetaka itu datang juga, Sabtu, 15 Juli 2017. PSPS Riau harus keok di kandang sendiri, Stasion Utama Riau dengan skor 1-3 atas tamunya, PS Timah Babel. PSPS Riau hanya menang di kandang saat menghadapi Persih Tembilahan 6-0 dan PSBL Langsa 1-0. 

Tak hanya susah dapatkan tuah Stadion Utama Riau, PSPS Riau juga tekor dan merugi selama menghelat pertandingan dengan Stadion Utama Riau sebagai kandang. 

Baca Juga: 

PSPS Tak Berkandang Lagi Di Stadion Utama

Alhamdulillah, Benamkan PS Timah Babel 0-2, PSPS Melangkah Pasti Ke 16 Besar

"Semenjak bermain di Stadion Utama, kita (Panpel PSPS Riau) keteteran. Apalagi saat menjamu Persih Tembilahan dan PSBL Langsa," kata Ketua Panpel PSPS Riau, Bambang Pratama kepada RIAUONLINE.CO.ID, Kamis, 14 September 2017.

Kerugian dialami skuad Asykar Bertuah yang langsung dirasakan oleh pantia pelaksana (panpel) PSPS Riau itu satu di antaranya minimnya pemasukan dari penonton turut mendukung tim berlaga di stadion.

"Bocornya penonton yang cukup luar biasa, satu d iantara penyebabnya. Kalau kita hitung-hitung, Ada sekitar 400 orang lebih. Sementara untuk di Rumbai (Kaharuddin Nasution), posisinya di antara 50-100," jelasnya.

Skuad PSPS Riau

 

Stadion berkapasitas 44 ribu penonton itu menurutnya memiliki banyak jalur tikus. Sehingga dengan jumlah panitia yang minim, mereka tak bisa membendung penonton ilegal berusaha menyaksikan laga kandang PSPS Riau.

"Biasanya kalau mereka masuk itu bilangnya adiknya manager, adik pelatih. Kalau kita hitung-hitung mencapai 400 orang. Ada itu daftar namanya. Untuk penolongnya dari tribun barat didominasi suporter Asykar Theking dan timur, Curva Nord. Itu menyuplai kita," tuturnya kecewa.

Kemudian, ujarnya, rumput di Stadion Utama Riau sudah tidak layak lagi menggelar pertandingan. Menjelang babak 16 besar PSPS Riau pertengahan bulan ini, beberapa klub sepakbola amatiran lokal turut mencoba stadion hingga tanah dan rumputnya mengalami kerusakan. Ini sudah seharusnya dilakukan peremajaan.

Klik Juga: 

Pemain PSBL Langsa Kejar Dan Tarik Baju Wasit, Suporter: Kampungan..Kampungan..

Rahang Bergeser Saat Main Di Aceh, Akankah Firman Septian Mengamuk Dan Cetak Gol Sore Ini?

"Apalagi saluran airnya. Kita pompa naikan air ke atas, 2 jam sudah habis. Gak tahu kemana saja perginya. Di sana ada ribuan saluran. Kita bloking ke ruang ganti sama wasit pun tak bisa. Kita juga belum temukan solusinya hingga sekarang. Sehingga hasil pendapatan (tiket) tak bisa menutupinya," tutupnya kesal.