ÔĽŅ

Gara-gara Ini Harga Sawit Riau Anjlok

Perkebunan-Kelapa-Sawit-di-Maredan-Siak.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/FAKHRURRODZI)


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia, Irwan Mulawarman mengatakan anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit khususnya untuk wilayah Riau salah satunya disebabkan oleh tekanan yang datang dari luar.

Irwan menerangkan bahwa isu yang berkembang, dimana hasil olahan kelapa sawit Indonesia disebut-sebut mengabaikan aspek dampak lingkungan menyebabkan banyak negara tidak lagi menerima hasil produksi dari buah yang berasal dari Afrika itu. Terutama dari benua Eropa.

"Pabrik kelapa sawit kita membuang limbahnya ke sungai. Ini disinyalir Greenpeace bahwa pembangunan sawit di Indonesia tidak lagi memperhatikan aspek dampak lingkungan secara benar. Selain itu juga terjadi pada pembuangan pabrik hilirisasi di sungai-sungai yang ada di Pulau Jawa," katanya, Kamis, 29 November 2018.

Sehingga, LSM peduli lingkungan tersebut mencegat kapal pengangkut minyak yang berasal dari Indonesia untuk kembali bersandar di negara asalnya. Menurutnya peristiwa itu terjadi di Spanyol.

"Satu kapal sudah angkut berapa puluh ribu ton? Berapa yang hilang dari kita hanya untuk itu saja " sebutnya.

Akibatnya menjadikan salah satu pemicu turunnya harga sawit. Di Riau, masyarakat Riau yang bergantung dengan sektor ini malah terkena imbasnya. Mengurangkan pertumbuhan ekonomi dari sisi perkebunan.

Selain itu, Riau juga memiliki hamparan kebun kelapa sawit yang cukup besar. Dimiliki oleh perusahaan maupun perorangan.

"Tinggal hitung-hitungannya saja. Kalau di Riau banyak petani non plasma atau malah banyakan plasma ?. Kalau banyak non plasma pertumbuhan ekonomi Riau berpotensi turut. Sebaliknya kalau banyak plasma minimal pertimbuhan ekonomi masyarakat kita stat," tandasnya.

Di kesempatan berbeda, Kasi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan (DTPHP) Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu mengatakan bahwa harga TBS kelapa sawit Riau saat ini hanya dihargai sebesar Rp 1.159,43 atau turun menjadi Rp 49,76 jika dibandingkan dari periode minggu lalu.

Penurunan itu terjadi pada kelompok umur 10 sampai 20,"untuk jumlah penurunan yang terbesar terjadi pada kelompok umur 10 - 20 tahun dengan capaian 4,12 persen jika dilihat dari harga minggu lalu," katanya, Selasa, 27 November 2018.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online, 

Follow Instagram riauonline.co.id