Nilai Rupiah Melemah, Laju Investasi Tetap Optimis

rupiah-dolar.jpg
(BeritaSatu.com)

 

LAPORAN: SIGIT EKA YUNANDA

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Rupiah menunjukkan trend depresiasi alias pelemahan nilai tukar terhadap dollar sejak awal tahun. Penurunan ini mencapai 5,81% dari nilai tukar di awal tahun yang hanya berkisar di angka Rp 13.500, tercatat hingga pagi tadi dollar mencapai Rp 15.433 yang merupakan nilai tukar terendah bahkan sejak krisis ekonomi 1998.

Namun demikian, hal tersebut dinilai tidak akan mempengaruhi sistem ekonomi secara signifikan khususnya laju investasi. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pemantauan, dan Pembinaan Penanaman Modal Dinas Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru Budi Wahidi, saat ditemui RIAUONLINE.CO.ID pada Rabu, 3 Oktober 2018 lalu.

”Jika dilihat dari dampak penurunan nilai rupiah tentu berdampak, namun harus dipahami bahwa ini dampak ekonomi global. Secara umum arus investasi masih bagus. Hal ini tidak lepas dari kemudahan investasi yang diberikan pemerintah semisal Tax Holiday dan Tax allowance. Adanya kemudahan ini tentu menambah minat investor untuk berinvestasi,” jelas Budi.

Berdasarkan keterangan DPMPTSP Kota Pekanbaru tercatat hingga kuartal ketiga 2018 investasi sudah mencapai 46 proyek modal asing dan 42 proyek modal dalam negeri dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp 478 milliar dari total Rp 1,151 triliun yang direncanakan. DPMPTSP Kota Pekanbaru optimis bahwa target tersebut akan tercapai mengingat investor sering menghimpun datanya kepada DPMPTSP di kuartal akhir atau akhir tahun.

Investasi ke daerah ini sangat penting untuk meningkatkan geliat ekonomi daerah sebab dengan meningkatnya investasi juga membuka lapangan pekerjaan dan transaksi ekonomi yang berujung pada peningkatan APBD. 3 sektor unggulan yang terus dikembangkan DPMPTSP Kota Pekanbaru adalah industri, perdagangan, dan wisata.

Dalam skala provinsi, Kota Dumai menjadi yang terdepan dengan nilai realisasi investasi mencapai Rp 963 miliar, disusul Indragiri Hulu dan Kampar berturut-turut dengan nilai investasi Rp 702 miliar dan Rp 666 miliar. Secara keseluruhan realisasi investasi di Riau mencapai Rp 3,7 triliun hingga akhir kuartal kedua.

Berdasarkan survei US News, sejatinya Indonesia merupakan negara ke-2 sebagai favorit tujuan berinvestasi setingkat dibawah Filiphina, namun cukup disayangkan dalam hal kemudahan berinvestasi hanya berada pada urutan-92. Untuk itu perbaikan sistem investasi semisal kemudahan pengurusan administrasi dan infrastruktur sangat dibutuhkan demi pemaksimalan Investasi baik nasional maupun daerah.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id