Riau Defisit Beras 326 Ribu Ton

Pasar-Senapelan-Pekanbaru.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ULTI DESI ARNI)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Badan Ketahanan Pangan Provinsi Riau mengatakan Riau mengalami defisit ketersediaan beras hingga akhir tahun sebesar 326 ribu ton lebih.

 

Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman membenarkan data tersebut yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Fasilitasi antara Gubernur Riau dengan Bupati dan Walikota yang ada di Riau untuk mengantisipasi musim kering sebagai dampak perubahan iklim. (KLIK: 5 Perusahaan Yang Diboikot Singapura Gara-Gara Asap)

 

Menurut Andi, Riau mengalami kekurangan ketersediaan beras ini karena adanya perubahan iklim global yang mempengaruhi masa tanam dan panen beras.

 

"Kita akan melaksanakan beberapa kebijakan strategis seperti memberlakukan makanan pokok alternatif yang sudah lama diperkenalkan yaitu Sagu. Kita memiliki surplus sagu di Riau ini bahkan kita mengekspor jadi kita akan memberlakukan hal itu nantinya sebagai salah satu upaya," ungkap Andi usai memimpin rapat koordinasi, Selasa (13/10/2015). (BACA: Pembuatan 80-an Embung Terkendala Izin)

 

Upaya lainnya adalah Riau akan berusaha berkoordinasi dengan bulog untuk menambah distribusi untuk menutupi kekurangan ketersediaan Riau hingga akhir tahun.

 

"Selain itu kita juga akan menambah besaran import beras kita dari daerah lain seperti Sumbar, Jambi, Sumsel, Sumut dan daerah impor lainnya," ujarnya. (LIHAT: Titik Panas Sumatera Melonjak 300 Titik)

 

Hingga kini untuk sektor pangan Andi menambahkan, Riau masih menjadi daerah konsumsi bukan sebagai daerah produksi. Hal ini berakibat pada ketergantungannya Riau pada luar daerah untuk ketersediaan pangannya.